Legislator Yordania Tolak Kesepakatan ‘Air untuk Listrik’ dengan Israel

0
180

Amman,LiputanIslam.com-Hampir 70 anggota Parlemen Yordania mendesak diadakannya rapat darurat untuk membahas kesepakatan antara Amman dan Tel Aviv. Kesepakatan yang sudah diteken ini berkaitan dengan kerja sama di bidang produksi listrik dari tenaga surya dan penyulingan air.

Russia Today melaporkan, sekitar 70 dari 130 legislator Yordania membubuhkan tanda tangan mereka dalam memo yang ditujukan kepada Ketua Parlemen Abdulkarim al-Daami. Dalam memo yang dipublikasikan media-media lokal itu disebutkan,”Kami para legislator penandatangan memo ini menuntut agar rapat darurat diadakan, dengan tujuan membahas dan mendiskusikan kesepakatan yang diteken oleh Menteri Perairan Yordania dengan Israel dan UEA.”

Memo ini disahkan oleh Hasan al-Rabati, anggota Fraksi Reformasi Nasional Islam yang memiliki 16 legislator.

Menteri Perairan dan Irigasi Yordania, Muhammad al-Najjar pada hari Selasa lalu mengatakan,”Apa yang sudah dilakukan adalah pengumuman rencana untuk mengkaji kemungkinan pelaksanaan dua proyek yang berkaitan ini…Jika hasilnya mendukung, kami siap berunding untuk menandatangani kesepakatan.”

Ditekennya MOU kerja sama antara Yordania, UEA, dan Rezim Zionis telah menyulut kemarahan rakyat negara tersebut.

Berdasarkan MOU yang diteken pada pameran EXPO Dubai 2020, rencananya Yordania akan memfasilitasi Israel dengan listrik tenaga surya. Sebagai imbalannya, Israel akan membantu mengatasi kesulitan air yang dihadapi Yordania dengan cara menyuling air.

Proyek ini dilaksanakan dengan investasi UEA dan kerja sama AS.

MOU ini mendapat penentangan keras rakyat Yordania. Forum Nasional Yordania Pendukung Perlawanan baru-baru ini menyeru warga negara itu untuk melangsungkan demo di depan Masjid al-Husaini di Amman, sebagai bentuk protes terhadap kesepakatan apa pun dengan Rezim Zionis. (af/fars)

Baca Juga:

Bennett: Orang Iran Kepung Israel dengan Rudal Sambil Duduk Santai di Teheran

Rakyat Yordania Tentang Keras Hubungan Amman-Tel Aviv

DISKUSI: