Komandan CENTCOM Beberkan Horor Serangan Rudal Iran ke Ayn al-Asad

0
328

Washington,LiputanIslam.com-Jurnalis stasiun televisi AS CBS News, David Martin dalam program 60 Minutes mengungkap detail serangan rudal Iran ke pangkalan militer Ayn al-Asad. Serangan rudal pada awal 2020 itu dilancarkan menyusul teror yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis.

Menurut laporan CBS News, Iran melancarkan serangan rudal balistik terbesar hingga saat itu atas Tentara AS . 11 rudal telah menghantam pangkalan yang dihuni 2 ribu personel dan sejumlah besar pesawat itu. Tiap rudal memiliki hulu ledak seberat lebih dari 453 kg.

Komandan CENTCOM Jenderal Frank McKenzie mengatakan kepada Martin, andai saat itu tindakan tepat tidak dilakukan, mungkin perang sudah meletus.

Program 60 Minutes memperoleh klip rudal-rudal yang menghantam Ayn al-Asad, yang direkam oleh drone. Seorang perwira militer AS mendeskripsikan hulu-hulu ledak itu dengan mengatakan,”Seperti kereta barang yang melintas di sisi Anda.”

“Kami menerima laporan intelijen bahwa dalam tempo beberapa jam, atau beberapa hari, dan mungkin tidak sampai beberapa pekan, akan ada banjir serangan atas tentara kita di Irak, Kedubes, dan pangkalan-pangkalan lain,”kata McKenzie.

Menurutnya, saat biro intelijen AS tahu bahwa Iran tengah menyiapkan serangan rudal, masih ada cukup waktu untuk mengevakuasi seribu serdadu dan 50 pesawat dari Ayn al-Asad.

“Itu adalah serangan yang belum pernah saya lihat atau alami sebelumnya. Rudal-rudal itu sangat akurat. Mereka menghantam titik mana pun yang mereka inginkan.”

“Andai Intelijen AS tidak memantau persiapan Iran untuk melancarkan serangan rudal, AS bisa saja kehilangan 100-150 serdadu dan 20-30 pesawat akibat serangan itu,”papar Komandan CENTCOM itu.

Seorang perwira AS yang hadir di Ayn al-Asad, Alan Johnson bercerita,”Kami mulai turun ke bawah (bungker bawah tanah), mungkin sekitar 135 meter. Baru sepertiga jalan, suara menakutkan mulai terdengar…Kami masih harus berlari sejauh satu lapangan sepakbola lagi. Saya tidak tahu kapan rudal berikutnya akan menghantam.”

Menurut Johnson, suara hantaman rudal itu sangat keras, seperti “suara sebuah kereta barang yang melintas di dekat Anda.”

Ia mengatakan, sebanyak 40 orang mesti berdesakan di tempat perlindungan yang diperuntukkan untuk 10 orang dan dirancang untuk menahan serangan yang lebih kecil.

Johnson mengaku, ia tidak bisa melupakan malam horor tersebut. Ia menyatakan masih mengalami sakit kepala akibat serangan dan terus dihantui mimpi buruk. (af/alalam)

Baca Juga:

Al-Hashd al-Shaabi Tunggu Konfirmasi bahwa Serangan AS Terjadi di Perbatasan Irak, Bukan Suriah

Iran Tolak Usulan Eropa untuk Pertemuan Informal, AS Mengaku Kecewa

DISKUSI: