Jihad Islami: Bangun Pangkalan di Yaman, Israel Tantang Poros Perlawanan

0
86

Gaza,LiputanIslam.com-Anggota senior Jihad Islami, Khalid al-Bathsh dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Masirah menyatakan, Palestina merupakan persoalan primer Umat Islam.

Ia menegaskan, tergesa-tergesanya sebagian negara Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel tak akan memengaruhi masalah ini.

“Kita berada di hadapan dua front: front ketundukan dan front Poros Perlawanan serta pembela rakyat Palestina,”kata al-Bathsh.

“Kami tidak terkejut dengan apa yang telah terjadi. Sebab Inisiatif Perdamaian Arab memang mengakui keberadaan Israel. Jadi, hal baru hanyalah antrenya sejumlah pemerintahan Arab untuk berdamai dengan Israel,”imbuhnya.

“AS telah memindahkan kedubesnya ke Quds dan menyebutnya sebagai ibu kota Israel. Siapa pun yang menuju normalisasi hubungan dengan musuh, berarti ia telah menyingkirkan Quds. Kami tidak menerima Inisiatif Perdamaian Arab dan menganggapnya sebagai Pakta Balfour Arab dengan Israel,”tandas al-Bathsh.

Menurutnya, “suara-suara senapan” akan melenyapkan normalisasi. Fakta-fakta telah tersingkap dan Poros Palestina pasti akan meraih kemenangan.

“Bangsa Palestina tidak lagi seperti tahun 1948 dahulu. Kini kami didampingi oleh Poros Perlawanan, dan kami akan menang dalam pertempuran. Musuh akan meningkatkan blokade atas Tepi Barat. Tepi Barat akan menjadi pusat perang,”kata al-Bathsh.

“Ketika pangkalan-pangkalan Israel telah sampai ke Socatra di Yaman dan perbatasan Iran, ini berarti bahwa pertempuran langsung dengan Poros Perlawanan telah dimulai,”pungkasnya. (af/alalam)

Baca Juga:

Agen Rahasia Israel Culik 22 Orang Palestina di Tepi Barat

Pejabat Israel Ungkap Lawatan-lawatan Bin Salman ke Tel Aviv

DISKUSI: