TelAviv,LiputanIslam.com-Mantan kepala staf umum tentara Israel menyatakan, demo-demo di Lebanon saat ini adalah kesempatan emas untuk menjauhkan negara itu dari Hizbullah dan Iran.

Dikutip dari Maariv, hal ini diutarakan Gadi Eizenkot saat berpidato di sebuah pusat studi keamanan internal di Tel Aviv.

Eizenkot meminta pemberian fasilitas ekonomi kepada rakyat Lebanon, dengan tujuan mengurangi pengaruh Iran dan Hizbullah di pemerintahan. Menurutnya, Israel bisa memanfaatkan kesepakatan penjualan gas dan selainnya pada periode bersejarah langka ini guna “menjauhkan Lebanon dari pengaruh Iran.”

“Hizbullah memiliki dua jenis kemampuan ofensif terhadap Israel. Pertama, sistem (terowongan) bawah tanah yang belum pernah dilihat orang-orang kita sebelum ini. Melalui sistem ini, ribuan anggota Hizbullah melancarkan serangan ke wilayah Israel. Kedua, senjata presisi. Saat ini, Hizbullah memiliki lebih dari 139 ribu rudal yang bisa mendatangkan kerusakan besar ke front dalam Israel,”jelas Eizenkot.

Baca: Pasukan Elit Iran Bersumpah akan Ratakan Tel Aviv dengan Tanah

Demo-demo di Lebanon bermula sejak 17 Oktober lalu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pajak baru pemerintah untuk anggaran 2020. Hingga kini demo-demo itu masih terus berlangsung.

Eizenkot mengklaim, sudah beberapa dekade Iran berada dalam prioritas program tentara Israel. Saat ini, titik berat Iran berpindah dari Suriah ke barat Irak dan memunculkan masalah baru bagi Rezim Zionis.

“Hari ini orang-orang Iran kian dekat dengan kita. Tapi mereka masih berjarak jauh dari tujuan yang ingin mereka wujudkan,”ujarnya.

Terkait dengan Hamas di Gaza, Eizenkot menyatakan, masalah Israel dengan Hamas bukan hanya sekedar masalah keamanan belaka, tapi juga berkaitan dengan aspek politik dan sosial.

“Hamas adalah sebuah tantangan di hadapan kita. Kita butuh solusi inovatif untuk masalah ini dan semoga kita bisa menemukannya,”tandas Eizenkot. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*