Iran Tolak Diperas Inggris Soal Pertukaran Tahanan

0
349

Teheran,LiputanIslam.com-PM Inggris Borih Johnson baru-baru ini dalam cuitannya mendesak agar Anoosheh Ashoori segera dibebaskan.

Ashoori adalah seorang wanita berkewarganegaraan Iran-Inggris. Dia ditangkap Otoritas Iran atas tuduhan spionase untuk Mossad.

Statemen Johnson ini pun langsung direspons Staf Politik Menlu Iran, Abbas Araghchi. Ia menulis, ”Alih-alih membayar utang kepada Iran, yang sudah ditunggak lebih dari 40 tahun secara ilegal, Inggris justru berusaha memeras Iran.”

“Ini tidak akan terjadi,” tandasnya.

Araghchi menegaskan, Teheran dan London sudah menyepakati perjanjian untuk menukar tahanan, tanpa disangkut pautkan dengan perundingan JCPOA.

“Dari sudut pandang kami, kesepakatan masih berlaku. Sudah tiba saatnya Inggris melakukan hal yang benar dan tidak membiarkan AS menyabotase pertukaran manusia ini,” imbuh Araghchi.

Pada 17 Juli lalu, Araghchi mencuit soal perundingan untuk menghidupkan JCPOA dan masalah pertukaran tahanan antara Iran, Inggris, dan AS. Ia menegaskan, perundingan Wina mesti menantikan Pemerintahan baru Iran, dan ini adalah konsekuensi demokrasi.

“AS dan Inggris harus menyadari bahwa mereka harus berhenti mengaitkan isu JCPOA dengan masalah pertukaran tahanan yang sudah siap dilaksanakan.”

“Mengubah pertukaran (tahanan) menjadi sandera untuk tujuan-tujuan politis akan merusak kesepakatan (JCPOA) dan juga pertukaran. 10 tahanan dari semua pihak bisa dibebaskan besok ini, tentu jika AS dan Inggris memenuhi janji mereka dalam kesepakatan,” tegas Araghchi. (af/fars)

Baca Juga:

Menlu Israel Cemaskan Kedekatan Iran dan Aljazair

Presiden Iran dan Presiden Turki Tekankan Kerjasama Pengadaan Stabilitas Regional

DISKUSI: