Iran Sesalkan Israel Tak Masuk Daftar Pelanggar Hak Anak-anak

0
489

Teheran,LiputanIslam.com-Wakil Iran di PBB, Majid Takht Ravanchi menyatakan, perlindungan terhadap anak-anak, khususnya perempuan, dalam konflik bersenjata adalah sebuah prinsip fundamental moral dan kemanusiaan. Ia menegaskan, semua harus berupaya untuk memastikan agar anak-anak dihormati dalam semua konflik.

Ia lalu menyinggung sejumlah kejahatan yang terjadi atas anak-anak, terutama yang terjadi di negara-negara Timur Tengah, seperti Afghanistan, Palestina, dan Yaman.

“Di Yaman pada tahun 2020, PBB mengkonfirmasi adanya 194 korban jiwa dan luka di tangan Koalisi Saudi, yang juga disebutkan dalam laporan tahunan Sekjen PBB. Pada 22 Juni 2021, Yaman menjadi ajang unjuk rasa anak-anak Yaman di seluruh negeri. Dalam unjuk rasa itu disebutkan bahwa selama lebih dari 6 tahun agresi Koalisi, lebih dari 3.500 anak Yaman gugur dan lebih dari 4 ribu anak terluka, ribuan anak menjadi yatim, dan jutaan orang terusir dari rumah mereka. Para pengunjuk rasa juga memprotes PBB karena tidak merefleksikan pelanggaran hak anak-anak Yaman secara akurat dalam laporannya,”tutur Ravanchi.

Namun, kata Ravanchi, Israel  adalah pelaku pelanggaran hak anak-anak paling sistematis di Kawasan. Menurutnya, berdasarkan laporan tahunan Sekjen PBB tahun 2020, PBB telah mengkonfirmasi 1.031 kasus kekerasan terhada[ 340 anak Palestina, termasuk tewasnya 11 orang, cacatnya 324 orang, ditangkapnya 361 orang, dan 30 serangan ke sekolah dan rumah sakit oleh serdadu Israel.

Ia lalu mendesak PBB untuk menggunakan mekanisme pencantuman para pelanggar hak anak-anak dalam konflik bersenjata tanpa adanya diskriminasi dan tebang pilih.

“Bahwa pasukan Israel tidak pernah dicantumkan dalam laporan Sekjen PBB sebagai pelanggar hak anak-anak, juga dihapusnya Koalisi Saudi dari puncak daftar hitam ini, adalah sesuatu yang perlu dikhawatirkan,”tandasnya. (af/fars)

Baca Juga:

Iran Sebut Serangan AS di Irak akan Rugikan AS Sendiri

Kemenlu AS ‘Ralat’ Statemen Utusan Washington, Ini Tanggapan Ansharullah

DISKUSI: