Baghdad,LiputanIslam.com-Pemerintah Irak pada Sabtu malam (26/10) mengumumkan, dua stasiun televisi al-Arabiya dan al-Hadath milik Saudi telah dilarang beraktivitas di negara tersebut.

Dilansir dari al-Arabiya, pemerintah Baghdad juga melarang aktivitas stasiun televisi berbahasa Arab, al-Hurra, dan radio Sawa yang disiarkan dari AS.

Sementara itu, aparat keamanan Irak mengabarkan, mereka telah menahan dan menyita sebuah kendaraan yang memuat senjata ringan di pos pemeriksaan di distrik al-Shaab, Baghdad.

Baca: Ayatullah Sistani: Kekerasan saat Unjuk Rasa akan Dimanfaatkan Pihak Asing

Menurut laporan stasiun televisi al-Sumaria, sopir kendaraan itu segera ditahan oleh aparat keamanan.

Kendaraan bermuatan senjata ini ditemukan saat sejumlah kawasan di Irak, khususnya Baghdad, menjadi ajang unjuk rasa warga.

Penduduk Irak berunjuk rasa sebagai bentuk protes atas pengangguran, korupsi pejabat, dan buruknya kondisi ekonomi. Gelombang kedua unjuk rasa yang dimulai Jumat (25/10) ini telah menewaskan dan melukai sejumlah pengunjuk rasa.

Gelombang pertama unjuk rasa dimulai pada 1 Oktober. Namun dihentikan dengan kesepakatan pemerintah dan pengunjuk rasa, karena bertepatan dengan peringatan Arbain (40 hari gugurnya Imam Husain).

Aparat keamanan Irak memberlakukan jam malam di tujuh provinsi selatan, menyusul jatuhnya korban selama aksi unjuk rasa. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*