Hizbullah: Saudi Jangan Diktekan Agenda Politik AS atas Lebanon

0
341

Beirut,LiputanIslam.com-Dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Arabi, Wasekjen Hizbullah Syekh Naim Qasim  membahas sejumlah perkembangan yang terjadi di Lebanon saat ini.

Mengomentari krisis hubungan Beirut-Riyadh, Syekh Qasim berkata bahwa Saudi mesti memandang Lebanon sebagai sebuah negara bebas dan merdeka, serta tidak berusaha mendiktekan agenda politik AS atas Beirut.

Ia membantah kemungkinan adanya mediasi untuk mengatasi masalah ini. Syekh Qasim berkata, ”Tidak ada mediasi. Yang ada adalah desakan secara langsung agar Menteri Informasi Lebanon George Kordahi mengundurkan diri. Itu pun tanpa disertai komitmen atau janji timbal balik apa pun (dari Saudi).”

Wasekjen Hizbullah juga mengkritik kinerja Inspektur kasus ledakan pelabuhan Beirut, Tarek Bitar. Menurutnya, Bitar dengan dalih-dalih kosong berusaha menargetkan para sekutu Hizbullah di Lebanon. Ia mendesak agar Pemerintah Lebanon segera mengatasi masalah ini.

Ia juga menyebut Ketua Bank Sentral Lebanon, Riyadh Salamah sebagai pihak yang bersalah atas ekonomi Lebanon terpuruk parah. Untuk itu ia meminta agar Salamah bertanggung jawab atas kesalahannya.

Sementara itu, anggota Dewan Pusat Hizbullah, Syekh Nabil Qawuq menegaskan bahwa prioritas Hizbullah adalah melayani warga negara tersebut.

“Apa pun yang kami miliki, seperti BBM, bahan makanan, atau obat-obatan, akan kami persembahkan untuk mengurangi derita warga Lebanon. Kami tidak akan meminta-minta demi membuat senang AS atau selainnya,” kata Qawuq dalam sebuah pertemuan di selatan Lebanon.

Qawuq menyatakan optimismenya bahwa krisis politik-ekonomi di Lebanon bisa diatasi dengan upaya-upaya yang berkelanjutan dan aktifnya kembali peran Pemerintah. (af/fars)

Baca Juga:

Presiden Lebanon: Hizbullah Patuh Hukum dan Tak Melanggar Resolusi DK PBB

Kataib Hizbullah Irak: Era Kesepahaman dengan Zionis Sudah Berakhir

DISKUSI: