Hamas: UEA akan Segera Sesali Normalisasi dengan Israel

0
173

Gaza,LiputanIslam.com-Kedubes UEA di Tel Aviv telah dibuka secara resmi pada Rabu 14 Juli kemarin. Seremoni peresmian Kedubes UEA dihadiri para pejabat politik dan militer Israel, termasuk Presiden Israel Isaac Herzog dan Menlu Yair Lapid.

Menanggapi kabar ini, Hamas menyatakan bahwa Tindakan UEA dalam membuka kedubesnya di Tanah Pendudukan adalah bentuk kengototan atas dosa dan kesalahan terhadap bangsa Palestina, juga semua bangsa di Kawasan; bangsa-bangsa yang menentang sepenuhnya segala bentuk kompromi dengan Israel.

“Lebih berbahayanya lagi adalah hal ini dilakukan UEA setelah Rezim Zionis melakukan agresi terhadap bangsa Palestina, membantai mereka, dan menghancurkan rumah-rumah mereka di hadapan mata dunia,”tegas Hamas.

Menurut Hamas, hal ini akan mendorong Israel untuk terus menindas rakyat Palestina, juga menyemangati mereka untuk melanjutkan pembangunan pemukiman Yahudi.

“Tak butuh waktu lama bahwa para pelaku normalisasi akan memahami besarnya kejahatan yang mereka lakukan terhadap rakyat mereka, bangsa-bangsa d Kawasan, dan kedaulatan mereka sendiri,”tandas Hamas.

Seorang anggota Komite Pusat Fatah, Abbas Zaki, memublikasikan sebuah klip dan menyebut Putra Mahkota Abu Dhabi, Muhammad bin Zayed sebagai pengkhianat.

Zaki pun menuntut agar UEA dikeluarkan dari Liga Arab.

Ia menyatakan, setelah meneken kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel, Abu Dhabi telah memberikan kewarganegaraan UEA kepada 7 ribu orang Israel. Zaki melayangkan peringatan soal infiltrasi gerakan Zionisme di UEA.

Ditujukan kepada para pemimpin Arab, termasuk Presiden Mesir Abdelfatah el-Sisi, Zaki berkata,”Jika gerbang-gerbang UEA dibuka untuk memberikan kewarganegaraan kepada orang-orang Zionis, kalian akan binasa dan tidak mampu mencegah penyebaran gerakan Zionisme.” (af/fars)

Baca Juga:

Menhan Israel: Kita Harus Siap Menghadapi Negara “Berkekuatan Nuklir” Iran

Hubungan Saudi-UEA Memburuk, Penulis Saudi: UEA Berusaha Kuasai Yaman Selatan

DISKUSI: