Erdogan Kembali Minta Dukungan NATO

0
115

Ankara,LiputanIslam.com-Presiden Turki dalam pertemuannya dengan Jens Stoltenberg (sekjen NATO, Senin (9/3) mengatakan, organisasi ini sedang berada dalam tahap penting, sehingga harus menyuarakan solidaritasnya untuk Ankara secara terang-terangan.

“Tak satu pun negara Eropa yang berhak menutup mata atas krisis kemanusiaan di Suriah,”ujar Recep Tayyip Erdogan.

“NATO tengah melalui masa sensitif. Badan ini harus berperan dalam membela Turki dan perjuangannya melawan terorisme,”tambahnya.

“Para sekutu kami mesti mengumumkan solidaritasnya untuk Turki tanpa diskriminasi apa pun.”

“Turki sejak 9 tahun lalu memerangi terorisme yang bersumber di Suriah. Turki adalah satu-satunya anggota NATO yang menghadapi ISIS dan mempersembahkan para martir di jalan ini,”klaim Erdogan.

Menyusul tiadanya dukungan Uni Eropa terhadap invasi Turki ke Idlib di Suriah, pemerintahan Ankara mewujudkan ancamannya untuk membuka perbatasannya bagi para pengungsi menuju Eropa.

Baru-baru ini dalam sebuah pidatonya, Erdogan menjelaskan alasannya membuka perbatasan Turki untuk dilintasi pengungsi. Dia mengaku, negaranya tak sanggup lagi menampung banjir pengungsi yang melarikan diri dari perang Suriah.

Gelombang baru pengungsi menuju gerbang-gerbang Eropa membuat pengamanan perbatasan di Yunani dan sejumlah negara lain, seperti Bulgaria, kian diperketat. Yunai mengirim tentara ke perbatasannya dengan Turki. Dalam beberapa hari terakhir, dikabarkan terjadi konflik antara penjaga perbatasan Yunani dengan para pengungsi. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Israel Kecewa Berat, IRGC Tetap Seaktif Seperti Masa Soleimani

Penasehat Bin Nayef: Arab Saudi Bergerak Menuju Kehancuran

DISKUSI: