TelAviv,LiputanIslam.com-Dalam beberapa pekan terakhir, Israel dilanda gelombang demo sebagai aksi protes terhadap Benyamin Netanyahu. Dilansir al-Jazeera, PM Israel menyebut demo yang berlangsung di depan kediamannya sebagai “upaya untuk menginjak-injak demokrasi.”
Netanyahu menyerupakan media-media Israel dengan media Korut. Ia menuding bahwa demo itu diarahkan oleh media-media tersebut. Menurut Netanyahu, alih-alih melaporkan demo, awak media justru ikut berunjuk rasa dan memprovokasi massa.
Dalam wawancara dengan al-Mayadeen, Ketua Fraksi Arab di Knesset, Ahmad al-Taybi, menyebut Netanyahu sebagai diktator sejati, yang tidak menduga akan menghadapi demo sebesar ini melawan dirinya.
Pada awalnya, demo-demo itu dimulai sebagai bentuk protes terhadap buruknya manajemen Kabinet Israel. Namun dalam beberapa hari belakangan, para pendemo menyuarakan tuntutan agar Netanyahu segera mundur.
Media-media Israel mengabarkan, belasan ribu pendemo berkumpul di depan rumah Netanyahu. Jumlah pendemo sebanyak ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Penduduk di berbagai kota Israel melakukan demo sebagai protes terhadap kebijakan-kebijakan Netanyahu. Salah satunya adalah rencana aneksasi 30 persen Tepi Barat, memperluas kewenangan aparat keamanan dengan dalih menghadapi pandemi Corona, serta kasus-kasus korupsi yang membelit dirinya.
Para pendemo membawa sejumlah plakat dengan tulisan-tulisan seperti “Crime Minister”, alih-alih Prime Minister, dan “Israel Spring.” (af/yjc)
Baca Juga:
Ancaman Pembunuhan kepada Netanyahu Ternyata Palsu
Israel Ancam Serang Target Vital di Libanon Jika Diserang Hizbullah