Damaskus: Tak Ada Krisis Bernama “Krisis Kurdi”

0
90

Damaskus,LiputanIslam.com-Wakil Suriah di PBB dan ketua delegasi Damaskus dalam Perundingan Astana menegaskan, pemerintah Suriah menentang pembentukan daerah otonom Kurdi.

“Kami tidak memiliki krisis bernama “krisis Kurdi” di Suriah. Etnis Kurdi adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa dan eksistensi Suriah. Dialog dengan mereka adalah sebuah dialog internal yang dilakukan di dalam Suriah,”kata Bashar al-Jaafari, Rabu (11/12).

Dia menolak tegas ide tentang kawasan otonom. Menurut al-Jaafari, pemerintah Suriah menganggap ide ini sebagai sebuah gerakan separatisme. Ia menyatakan, dialog dengan etnis terus berlanjut sampai mereka menyadari kekeliruan dan menjauh dari AS.

Setelah berlangsungnya perang selama 8 tahun, kata al-Jaafari, tidak ada tempat bagi “pihak-pihak yang menjadi mainan” di Suriah.

Baca: Turki Ancam Usir Tentara AS dari Pangkalan Incirlik

Seiring kemenangan tentara Suriah dan sekutunya atas kelompok teroris, serta dibebaskannya sebagian besar wilayah Suriah, masalah milisi Kurdi menjadi bagian dari kerumitan politik dan keamanan di negara tersebut.

Kamis pekan lalu, Ali Mamlouk (kepala kantor keamanan nasional Suriah) bertemu para pembesar suku-suku di kota Qamishli. Dia meminta dari mereka untuk menarik anak-anak mereka dari barisan Tentara Demokratik Suriah (SDF).

Kantor berita Kurdi, Hawar, memberitakan bahwa para pembesar suku meminta pengampunan massal bagi para buronan Kurdi.

Pasca operasi militer Turki di utara Suriah dan terjalinnya kesepakatan antara Damaskus dengan kelompok Kurdi terkait masuknya tentara pemerintah ke sejumlah kawasan di utara, optimisme akan berakhirnya perselisihan kian menguat. Namun para pengamat berpendapat, kendala utama dalam masalah ini adalah intervensi AS. (af/alalam/fars)

DISKUSI: