China Kecam Pakta Militer AS, Inggris, dan Australia

0
238

Beijing,LiputanIslam.com-Kemenlu China pada hari Kamis (16/9) bereaksi terhadap pakta militer antara AS, Inggris, dan Australia dalam hal kerja sama di kawasan Indo-Pasifik.

“Kerja sama antara AS, Inggris, dan Australia di bidang kapal selam nuklir melemahkan perdamaian dan stabilitas regional, meningkatkan persaingan persenjataan, dan merongrong upaya internasional untuk mencegah penyebaran senjata nuklir,”kata Jubir Kemenlu China, Zhao Lijian, demikian diberitakan situs Kemenlu China.

“Ekspor teknologi kapal selam nuklir ke Australia oleh AS dan Inggris kembali membuktikan bahwa mereka menggunakan ekspor nuklir sebagai alat untuk permainan geopolitik dan pengambilan standar ganda,”lanjut Lijian.

“Ini adalah tindakan tak bertanggung jawab. Australia adalah anggota Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT ) dan Pakta Kawasan Tanpa Senjata Nuklir di Selatan Pasifik. Namun kini justru mengimpor teknologi kapal selam nuklir yang memiliki nilai strategis dan militer.”

“Masyarakat internasional, termasuk negara-negara tetangga Australia, berhak sepenuhnya untuk mempertanyakan apakah Australia memenuhi komitmennya soal pelarangan penyebaran senjata nuklir? China akan mengamati serius terhadap perkembangan ini,”tandasnya.

Para kepala negara AS, Inggris, dan Australia pada hari Kamis kemarin meneken kesepakatan kerja sama di bidang diplomatik, keamanan, dan militer di kawasan Indo-Pasifik.

Program kapal selam nuklir Australia adalah proyek besar pertama kesepakatan tersebut. Berdasarkan kesepakatan ini, Australia akan dibantu untuk memiliki kapal selam nuklir.

Sejumlah analis dan media menilai, tujuan utama dan terpendam kesepakatan ini adalah membendung pengaruh China yang kian meningkat di timur Asia dan penjuru lain dunia. Mereka berpendapat, tindakan ini bisa saja memicu reaksi Beijing dan para sekutunya. (af/fars)

Baca Juga:

AS Bantah Lakukan Serangan, Ini Tanggapan Pasukan Relawan Irak

Israel Sebut IAEA Buta terhadap Aktivitas Nuklir Iran, Ini Tanggapan Pedas Teheran

DISKUSI: