Bolivia Dituding Mengintimidasi Para Diplomat Meksiko

0
101

Sucre,LiputanIslam.com-Kemenlu Meksiko pada Senin malam (23/12) menyatakan, pihaknya sangat mengkhawatirkan pengawasan berlebihan aparat keamanan dan intelijen Bolivia atas kedubesnya di Sucre, ibukota Bolivia.

Dilansir oleh Reuters, kemenlu Meksiko dalam statemennya menuduh pemerintah interim Bolivia mengintimidasi para diplomatnya di Sucre. Bolivia juga dianggap terlalu berlebihan mengawasi kediaman dubes dan bangunan kedubes Meksiko.

Menurut kemenlu Meksiko, sekitar 150 personel keamanan dan intelijen saat ini mengawasi diplomat dan gedung diplomatik Meksiko di Bolivia. Bahkan, kata kemenlu Meksiko, aparat keamanan Bolivia pada hari Senin kemarin sempat menghentikan mobil dubes Meksiko untuk menggeledahnya.

Pengawasan tak lazim ini diduga ada kaitannya dengan mantan presiden Bolivia. Beberapa waktu lalu, pemerintah Meksiko memberikan suaka kepada Evo Morales, menyusul kudeta yang dilancarkan oposisi terhadap dirinya.

Kerusuhan di Bolivia bermula sejak pilpres terakhir di negara tersebut, yang berujung pada kemenangan Morales. Kelompok oposisi menuduhnya melakukan kecurangan dan menolak hasil pilpres. Di saat yang sama, para pendukung partai oposisi turun ke jalanan hingga terjadi benturan antara mereka dengan aparat keamanan.

Beberapa hari kemudian, seiring meningkatnya tekanan dari AS atas Bolivia, para perwira tinggi militer dalam sebuah jumpa pers meminta agar Morales mengundurkan diri. Beberapa jam setelahnya, Morales meninggalkan Bolivia usai menyatakan dirinya tak ingin melihat pertumpahan darah di negaranya.

Saat ini, Morales berada di Argentina dan meminta suaka politik. Pemerintah interim Bolivia, yang dipimpin Jeanine Anez (politisi pro-Barat), telah mengeluarkan perintah penangkapan atas Morales. (af/fars)

Baca Juga:

Pompeo Minta Eropa Akui Pemukiman Yahudi

PLO: AS Tak Bisa Lindungi Israel dari Tuntutan ICC

DISKUSI: