Biaya Pengobatan Corona di AS Capai Setengah Milyar!

0
138

Washington,LiputanIslam.com-Sebuah media AS menurunkan laporan tentang biaya pengobatan warga pengidap Corona yang tak memiliki asuransi kesehatan.

Majalah Time dalam melaporkan pelayanan medis yang diterima Danni Askini. Dalam artikel itu disebutkan, Askini pada Februari lalu merasakan sakit di dadanya, nafas tersengal, dan migrain. Ia lalu menghubungi seorang spesialis kanker yang pernah mengobatinya sebelum itu.

Awalnya, dokter mengira gejala-gejala itu disebabkan reaksi tubuh Askini terhadap obat-obat baru yang dikonsumsinya. Oleh karena itu, ia menyuruh Askini pergi ke sebuah klinik di Boston. Para dokter di sana mengatakan, mungkin ia ‘hanya ‘menderita paru-paru basah dan membolehkannya pulang ke rumah.

Beberapa hari kemudian, Askini merasakan suhu badannya turun naik. Beberapa saat setelah itu, ia mulai batuk-batuk. Setelah dua kali merujuk ke klinik di pekan itu, dokter kembali menyuruhnya untuk menjalani perawatan di rumah. Tiga hari kemudian, salah satu klinik yang didatangi Askini memberitahunya bahwa ia positif terpapar Covid-19.

Beberapa hari kemudian, ia diberitahu harus membayar sebanyak 34,927.43 dolar (lebih dari setengah milyar rupiah) untuk uji tes Corona dan pengobatannya. Askini mengatakan,”Saya benar-benar syok. Saya sungguh tidak mengenal orang yang memiliki uang sebesar ini.”

Menurut Time, Askini seperti 27 juta warga AS lain yang tidak memiliki asuransi saat berobat ke rumah sakit.

Laporan Time ini ditanggapi oleh Bernie Sanders. Melalui akun Twitter-nya, dia mencuit,”Saat ini 87 juta warga AS tidak memiliki fasilitas asuransi. Jika pun punya, itu hanya sedikit.”

“Sistem medis kita yang terlalu fokus pada laba adalah bahaya bagi rakyat AS,”imbuhnya. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Lagi, Moskow Kembali Minta AS Cabut Sanksi atas Iran

Congkak, Dubes AS Abaikan Pemanggilan ke Kemenlu Irak

DISKUSI: