Berapa Besar Dampak Aktivitas Haji dan Umrah Bagi Perekonomian Arab Saudi?

0
108

Ilustrasi jamaah haji di Mekah. Sumber foto: Anadolu Agency

Jakarta,LiputanIslam.com—Tahun ini, banyak negara mulai membatalkan keberangkatan haji warganya ke Arab Saudi akibat pandemi Covid-19. Selain Indonesia, sebagai negara mayoritas muslim di dunia, negara-negara lain juga melakukan hal serupa, seperti: Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, India, dan Afrika Selatan.

Tentu saja, keputusan ini berdampak pada perekonomian Arab Saudi yang salah satunya bergantung pada aktivitas haji. Lantas bagaimana dampaknya?

Menurut catatan trtworld.com, aktivitas haji dan umrah telah menyumbang sekitar 12 milyar USD kepada GDP Arab Saudi per tahun, dengan total 20 persen dari GDP non-minyak negara itu dan tujuh persen dari total GDP keseluruhan.

Baca juga: Empat Negara di Asia Tenggara Batalkan Haji Karena Virus Corona

Sumber yang sama menyebutkan bahwa antara tahun 2017-2018, tercatat lebih dari 6,7 juta umat Muslim melakukan ibadah Umrah.

Di saat yang sama, pemerintah Arab Saudi memiliki rencana ambisius untuk meningkatkan pendapatan dari aktivitas haji dan umrah menjadi 150 milyar USD per tahun pada tahun 2022 mendatang. Kerajaan itu berharap agar para pengunjung kaya yang datang akan rela membayar ribuan dolar per malam untuk tinggal di hotel dengan pemandangan langsung ke arah Ka’bah yang saat ini sedang dibangun.

Selain menghasilkan profit yang sangat besar bagi ekonomi Arab Saudi, aktivitas haji dan umrah melibatkan setengah juta pekerja Arab Saudi di sektor industri pariwisata. (fd/TRT)

DISKUSI: