Empat Negara di Asia Tenggara Batalkan Haji Karena Virus Corona

0
152

Ilustrasi jamaah haji di Mekah. Sumber foto: Anadolu Agency

Jakarta,LiputanIslam.com—Wabah pandemi Covid-19 masih terus menjadi ancaman seluruh manusia di berbagai negara. Karena itu, setiap negara melakukan upaya maksimal, seperti pembatasan akses antar warga negara untuk keluar negeri, agar penyebaran virus bisa segera diminimalisir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membatalkan keberangkatan haji tahun 2020. Berikut daftar empat negara di Asia Tenggara yang membatalkan keberangkatan haji tahun ini:

 

Indonesia

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki calon jamaah haji dengan jumlah yang sangat fantastis. Tahun ini, ada sekitar 221.000 jamaah yang seharusnya diberangkatkan. Namun, seperti yang disampaikan oleh Menteri Agama Fachrul Razi, keberangkatan haji tahun ini ditiadakan akibat virus Corona. Sebagai gantinya, kemenag akan memindahkan kuota keberangkatan haji tahun ini ke tahun depan.

Malaysia

Kebijakan serupa juga dilakukan oleh Malaysia. Meski jumlah jamaah haji Malaysia tidak sebesar Indonesia, namun menurut catatan Al-Jazeera pada Kamis (11/6), Malaysia mengirim puluhan ribu jamaah haji ke Arab Saudi setiap tahunnya.

Tahun ini, Menteri Agama Malaysia, Zulkifli Mohamad Al-Bakri, memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji Malaysia. Ada sekitar 31.600 calon jamaah haji asal Malaysia yang batal diberangkatkan tahun ini.

Singapura

Pemerintah Singapura telah memutuskan untuk membatalkan keberangkatan haji tahun ini. Dewan Agama Islam Singapura (MUIS), seperti dikutip Anadolu Agency (AA), menyebut sekitar 900 calon jamaah batal diberangkatkan dan jadwalnya akan dipindahkan pada musim haji tahun depan, 2021.

Keputusan MUIS juga didukung oleh Komite Fatwa Singapura. Pertimbangan komite didasarkan atas kondisi yang tidak memungkinkan, di tengah berkecamuknya wabah pandemi Covid-19 dan demi kesehatan para jamaah.

Brunei Darussalam

Kebijakan serupa juga dilakukan oleh Brunei Darussalam. Menteri Agama Brunei, Awang Badaruddin Othman menjelaskan bahwa negara tidak akan memberangkatkan 1000 calon jamaah haji tahun ini.

Keputusan ini diambil usai Sultan Hassanal Bolkiah merekomendasikan Menteri Agama untuk tidak memberangkatkan jamaah haji tahun ini akibat merebaknya wabah Covid-19 yang masih menjadi ancaman global. (fd/AA/Al-Jazeera)

DISKUSI: