Ayatullah Khamenei: Trump Tak Layak untuk Berkorespondensi dengan Iran

0
95

Teheran,LiputanIslam.com-Pemimpin tertinggi Iran dalam pertemuannya dengan PM Jepang, Kamis (13/6) menyatakan, Republik Islam Iran sama sekali tidak memercayai AS. Iran juga disebutnya tak akan mengulangi pengalaman pahit perundingan sebelum ini (JCPOA), sebab “tak ada bangsa merdeka dan waras yang bersedia berunding di bawah tekanan.”

Di awal pertemuan, Shinzo Abe memberitahu dirinya hendak menyampaikan surat presiden AS kepada Ayatullah Ali Khamenei. Sebagai jawabannya, pemimpin Iran menegaskan, dirinya tidak menyangsikan niat baik dan keseriusan Abe. Hanya saja, ia tidak menganggap Trump layak untuk berkorespendensi dengan Iran, sehingga tak ada jawaban apa pun kepada presiden AS.

Selanjutnya, Ayatullah Khamenei menyatakan, apa yang ia sampaikan berada dalam koridor pembicaraan dengan PM Jepang, karena “kami menganggap Jepang sebagai negara sahabat, meski ada beberapa hal yang kami sayangkan dari Jepang,”tandasnya.

Menanggapi pengakuan Trump kepada Abe bahwa AS tak berniat mengubah rezim di Iran, Ayatullah Khamenei mengatakan,”Masalah kami dengan AS bukan tentang perubahan rezim. Karena kalau pun mereka menghendakinya, mereka tak akan mampu melakukannya. Sama seperti upaya para presiden AS selama 40 tahun terakhir yang gagal menjatuhkan Republik Islam Iran.”

“Bohong jika Trump mengaku tak berniat mengubah rezim (di Iran). Sebab andai ia bisa melakukannya, pasti ia sudah mewujudkannya. Namun dia tak akan bisa,”tandasnya.

Terkait tekad AS untuk menghalangi Iran membuat senjata nuklir, Ayatullah Khamenei menegaskan, negaranya menentang keras senjata nuklir. Bahkan ia sendiri berfatwa tentang haramnya pembuatan senjata nuklir.

“Namun ketahuilah, andai kata kami berniat membuat senjata nuklir, AS tak akan bisa berbuat apa-apa. Penentangan AS sama sekali tak akan menjadi halangan,”kata Ayatullah Khamenei.

Pemimpin Revolusi Iran juga menyebut AS tak layak bicara soal siapa yang berhak memiliki senjata nuklir dan siapa yang tidak berhak, karena AS sendiri menimbun senjata-senjata nuklir di gudangnya.

Ayatullah Khamenei juga tidak percaya niat AS untuk berunding secara tulus dengan Iran. Menurutnya, perundingan tulus mustahil dilakukan orang seperti Trump.

“Ketulusan adalah barang langka di tengah pejabat AS. Beberapa hari lalu, presiden AS berbicara dengan Anda tentang Iran. Namun setelah kembali ke AS, dia langsung mengumumkan sanksi atas industri petrokimia Iran. Inikah yang disebut pesan tulus? Apakah ini menunjukkan dia berniat melakukan perundingan tulus?”lanjutnya.

Soal klaim Trump bahwa “perundingan dengan AS akan memajukan Iran,” Ayatullah Khamenei mengatakan,”Dengan bantuan dari Allah, kami akan tetap maju, walau kami diembargo AS dan tidak berunding dengan mereka.” (af/alalam)

Berita Terkait: Kisah Surat Trump yang Ditolak Pemimpin Iran

DISKUSI: