Associated Press: AS Tarik Sistem Pertahanan Rudalnya dari Saudi

0
288

Riyadh,LiputanIslam.com-Berdasarkan foto-foto satelit yang dianalisis Associated Press, AS dikabarkan telah menarik salah satu sistem pertahanan rudal, juga sistem Patriotnya, dari Saudi.

Hal ini dilakukan menyusul bertambahnya intensitas serangan drone Yaman atas target-target Saudi.

Menurut AP, foto yang dipublikasikannya diambil dari sebuah area di pangkalan udara Sultan di Saudi. Dahulu sistem pertahanan rudal Patriot atau THAAD ditempatkan di pangkalan itu. Namun pada hari Jumat (10/9) kemarin, sistem-sistem itu sudah tidak ada di sana lagi.

Harian Washington Post melaporkan, penarikan sistem pertahanan rudal AS dari pangkalan udara Sultan di luar Riyadh ini dilakukan di saat para sekutu AS di Teluk Persia dengan rasa khawatir menyaksikan hengkangnya Paman Sam dari Afghanistan.

Menurut laporan ini, pangkalan udara Pangeran Sultan terletak di 115 km arah tenggara Riyadh. Sejak tahun 2019, pangkalan ini menjamu beberapa ribu serdadu AS.

Media-media AS baru-baru ini memberitakan, Pemerintahan Joe Biden telah memulai langkah persiapan untuk menarik pasukannya dari Saudi.

harian Wall Street Journal dalam laporannya menyatakan, Washington kian mengkhawatirkan serangan rudal dan drone Yaman ke target-target militer di kedalaman wilayah Saudi.

Menurut WSJ, AS cemas serangan-serangan itu akan menelan korban dari para serdadunya. Sebab itu, tulis WSJ, AS telah memulai proses penarikan pasukannya dari Saudi, yang dikirim ke negara itu di masa Pemerintahan Donald Trump. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Pasukan Yaman Lancarkan Serangan Rudal dan Drone Besar-Besaran ke Wilayah Saudi

Gunakan Drone, Pasukan Iran Gempur Posisi-Posisi Teroris di Irak Utara

DISKUSI: