AS Sebut Sanksi Iran Dipulihkan 20 September, China: Bohong Besar!

0
172

NewYork,LiputanIslam.com-China melalui wakilnya di PBB bereaksi keras terhadap klaim Menlu AS, bahwa sanksi-sanksi atas Iran kembali aktif pada 20 September nanti.

“AS mengklaim bahwa baik resolusi kelanjutan sanksi digulirkan atau tidak, semua sanksi Iran akan dipulihkan,”cuit Zhang Jun.

“Semua ini bohong. AS bukan lagi partisipan di JCPOA, juga tidak memiliki legalitas untuk menggunakan mekanisme Snap Back. 13 anggota Dewan Keamanan meyakini bahwa mekanisme ini tidak diaktifkan,”imbuhnya.

Mike Pompeo dalam akun Twitter-nya menulis,”Pekan lalu, setelah ‘kegagalan Dewan Keamanan menjalankan tugas untuk menjaga perdamaian dan keamanan, AS telah mengumumkan pengaktifan semua sanksi PBB atas Iran dalam 30 hari ke depan.”

Ia mengklaim, sanksi-sanksi ini akan dipulihkan pada pertengahan malam 20 September waktu Greenwich.

“Jika salah satu anggota Dewan Keamanan mengajukan resolusi untuk mengurangi sanksi atas Iran, AS akan menentangnya,”ujar Pompeo.

Ia mengklaim, pemulihan sanksi pada 20 September nanti adalah “cara kerja Resolusi 2231 Dewan Keamanan.”

Sebelum ini, AS gagal memperpanjang embargo senjata Iran, karena hanya mendapat dukungan dari negara gurem Republik Dominika di Dewan Keamanan.

Setelah itu, permintaan AS kepada Dewan Keamanan untuk mengaktifkan mekanisme Snap Back pun ditolak dan ditentang mayoritas anggota Dewan. Dengan demikian, AS dua kali beruntun menderita kekalahan di hadapan Iran. (af/alalam)

Baca Juga:

Susah Payah Ingin Perpanjang Embargo Iran, AS Cuma Dapat Dukungan Negara Kecil

Indonesia Selaku Ketua DK PBB Tolak Permintaan AS Jatuhkan Kembali Sanksi terhadap Iran

DISKUSI: