AS Halangi Sebagian Negara Hadiri Konferensi Pengungsi di Damaskus

0
113

Damaskus,LiputanIslam.com-Wamenlu Suriah, Ayman Sousan dalam wawancara dengan Sputnik mengatakan,”AS menekan sejumlah negara, seperti Mesir dan UEA, agar tidak menghadiri konferensi internasional tentang pengungsi Suriah di Damaskus.”

“Sebelum ini, UEA menyatakan akan hadir di konferensi. Namun di saat-saat terakhir, UEA membatalkan partisipasinya dalam konferensi. Meski begitu, absennya negara-negara di konferensi bukan hal penting bagi kami,”imbuh Sousan.

“Kami berharap bahwa hubungan kami dengan semua negara, terutama negara-negara Arab, terjalin dengan baik. Namun hubungan ini harus didasari keinginan dan permintaan dari kedua belah pihak,”lanjutnya.

Terkait peran dan kinerja Liga Arab dalam menangani masalah-masalah yang dihadapi negara-negara Arab, Sousan berkomentar bahwa organisasi ini “sudah mati.”

Konferensi internasional soal kepulangan pengungsi Suriah telah dimulai pada Rabu (11/11) kemarin di Damaskus dan akan berakhir hari Kamis ini. Rusia adalah salah satu negara peserta di konferensi tersebut.

Konferensi itu membahas situasi terkini Suriah, syarat-syarat kepulangan pengungsi dan kendala-kendalanya, serta menyiapkan lahan yang sesuai untuk kepulangan mereka ke tanah air.

Sebelum ini, dalam perbincangan virtual dengan Presiden Suriah, Bashar Assad, Vladimir Putin mengatakan bahwa fokus terorisme internasional di Suriah praktis sudah musnah. Dengan demikian, para pengungsi Suriah bisa pulang ke negara mereka.

“Kita bersama-sama telah meraih banyak kesuksesan. Pusat-pusat terorisme telah lenyap,”tandas Putin.

Assad pun berharap, hasil pertemuan tentang kepulangan para pengungsi Suriah adalah hal penting. Presiden Suriah menegaskan bahwa masalah pengungsi adalah prioritas pertama Pemerintah Damaskus. (af/alalam)

Baca Juga:

Putin Sebut Para Pengungsi Suriah Bisa Pulang ke Negara Mereka

Pemimpin Pasukan Relawan Irak Jumpai Presiden Suriah

DISKUSI: