AS Disebut sebagai Pelaku Disinformasi Terbesar di Dunia

0
158

Washington,LiputanIslam.com -Senator dari Partai Republik, Rand Paul pada Rabu (4/5) mengatakan bahwa Pemerintah AS tidak berhak memberi tahu rakyatnya soal “kebenaran”, karena Pemerintah Washington sendiri adalah pelaku terbesar penyebaran kebohongan.

Menurut laporan Russia Today, Menteri Keamanan Domestik AS, Alejandro Mayorkas dalam rapat dengar pendapat Majelis Senat AS membela pembentukan Disinformatian Governancen Board (DGB). Ia mengklaim bahwa media-media sosial telah banyak dibantu untuk menyaring “berita-berita hoaks”.

Menanggapi klaim Mayorkas, Paul mengatakan, ”Di sinilah masalahnya. Kita bahkan tidak bisa sepakat soal definisi ‘disinformasi.’ Kalian bahkan tidak bisa sepakat bahwa orang-orang Rusia telah menyusupkan informasinya dalam berkas Steele.”

Pernyataan senator dari Connecticut ini berkaitan dengan laporan kontroversial seorang mantan mata-mata Inggris, Christopher Steele. Steele mengklaim, Donald Trump bisa memenangi Pilpres AS pada tahun 2016 berkat bantuan dari Rusia. Klaim ini bahkan sempat membuat Trump menjalani sidang interpelasi, namun tidak ada bukti-bukti memadai atas klaim tersebut.

“Kalian tahu siapa penyebar terbesar kebohongan dalam seluruh sejarah dunia? Pemerintah AS!” tandas Paul melanjutkan kritiknya.

Paul lalu menyinggung sejumlah disinformasi dalam Pemerintahan AS dan berkata, ”Pemerintah AS selama bertahun-tahun membohongi rakyatnya soal aspek-aspek Perang Vietnam.”

Ia pun mengungkit klaim George Bush soal “senjata pemusnah massal” yang dijadikan AS sebagai dalih untuk menginvasi Irak dan mendudukinya selama 2 dekade.“Apa kalian pikir rakyat AS sedemikian bodoh sehingga kalian harus memberi tahu mereka apa itu kebenaran?” ujar Paul.

Pada akhir bulan lalu, Pemerintah AS mengumumkan pembentukan DGB. Tujuannya adalah “melawan penyebaran informasi bohong di negara tersebut”. Washington mengklaim bahwa warga AS tidak akan menjadi target proyek ini.

Para penentang DGB menyebut Badan ini sama saja dengan “Kementerian Kebenaran” dalam salah satu novel karya George Orwell yang berjudul “1984”. (af/fars)

Baca Juga:

Rusia Nyatakan Ada Dokumentasi Video Keberadaan Pasukan Bayaran Israel di Ukraina

Tak Ingin Main Rahasia lagi, Presiden Israel Ingin Kunjungi Saudi Terang-terangan

DISKUSI: