Ansharullah Sindir Koalisi Saudi Soal Laporan Investigasi Fujairah

0
1

Sanaa,LiputanIslam.com-Kementerian luar negeri UEA dalam statemennya pada 12 Mei lalu mengabarkan terjadinya insiden atas sejumlah kapal tanker di pelabuhan Fujairah. UEA menyebut insiden itu sebagai “operasi perusakan.”

Sejak terjadinya insiden tersebut, investigasi gabungan telah dilakukan untuk mengetahui detail dan pelaku kejadian. Seperti yang telah dijanjikan, UEA pada Kamis (6/6) menyerahkan hasil investigasi kepada Dewan Keamanan PBB.

Berlawanan dengan tudingan dini dan vonis tergesa-gesa poros Arab-AS terhadap Iran sebelum ini, laporan tersebut tak menyinggung nama Teheran sama sekali.

Baca: Iran Tuding Israel Berada di Balik Serangan terhadap Kapal Komersial di UEA

Ketua Dewan Tinggi Politik Revolusi Yaman pun menanggapi laporan investigasi UEA tersebut. Melalui akun Twitter-nya, Muhammad Ali al-Houthi mencuit,”Inilah hasil investigasi selama satu bulan untuk insiden Fujairah: Pertama, pelaku (insiden) berbahaya; Kedua, pelaku berafiliasi kepada sebuah negara. Investigasi ini menunjukkan kadar kebodohan  mereka untuk mengenali musuh. Orang-orang yang tidak tahu siapa yang menyerang mereka, sudah pasti lebih tidak tahu seberapa besar kerugian mereka akibat petualangan militer yang mereka lakukan.”

Dalam laporan UEA ke DK PBB, serangan ke sejumlah tanker di Fujairah disebut sebagai “operasi yang rumit dan terkoordinasi.” Laporan itu juga mengklaim bahwa insiden itu ancaman bagi lalu lintas pendistribusian energi.

Berbeda dengan AS, dalam laporan yang disusun bersama Saudi dan Norwegia ini, UEA tidak menyebut-nyebut nama Iran. UEA hanya mengklaim bahwa kemungkinan “suatu pelaku pemerintahan” berada di balik insiden tersebut. Abu Dhabi mengklaim, serangan dilakukan para penyelam yang menempelkan ranjau-ranjau magnetis di lambung kapal. (af/alalam)

Baca:

Iran Sebut “Sabotase” di Peraian UEA “Permainan Asing”

DISKUSI:
SHARE THIS: