Ansharullah Bantah Isu Perundingan dengan Koalisi Saudi

0
91

Sanaa,LiputanIslam.com-Rumor di media seputar adanya perundingan antara Sanaa dan Riyadh untuk mengakhiri perang terus bergulir. Pada hari Rabu kemarin (13/11), seorang wartawan Yaman mengabarkan kunjungan delegasi dari Saudi ke Sanaa.

Kabar ini dipublikasikan Faris al-Humairi dalam akun Twitter-nya, mengutip dari sejumlah sumber yang disebutnya dekat dengan Ansharullah. Al-Humairi mengklaim, beberapa hari lalu sebuah delegasi militer Saudi tiba di Sanaa dan bertemu dengan para petinggi Ansharullah.

Baca: Israel Dalam Konfrontasi Kali Ini Mencoba Bedakan Hamas dengan Jihad Islam

Kabar ini mendapat tanggapan dari Muhammad Ali al-Houthi (ketua Dewan Tinggi Revolusi Yaman). Al-Houthi melalui akun Twitter-nya menegaskan, langkah-langkah awal yang diambil belum bisa disebut sebagai perundingan.

“Sebagai contoh, Martin Griffiths (duta PBB untuk urusan Yaman) selama beberapa waktu mencoba mengatur perundingan baru. Namun hingga kini dia tidak berhasil. Tanpa kehadiran negara-negara anggota koalisi di meja perundingan, dia tak akan mendapatkan hasil untuk menghentikan perang atau memutus blokade,”lanjut al-Houthi.

Di lain pihak, Khalid bin Salman bin Abdul Aziz, putra Raja Saudi sekaligus pengganti menteri pertahanan Saudi, pada hari Senin (11/11) melakukan kunjungan mendadak ke Muscat, ibukota Oman.

Sebagian sumber tak resmi mengklaim, lawatan menhan Saudi ini adalah upaya Riyadh untuk menjalin kesepakatan dengan Ansharullah.

Sebelum dilancarkannya serangan balasan tentara Yaman ke Aramco beberapa waktu lalu, Saudi menolak semua permintaan Yaman untuk menghentikan agresi. (af/alalam/fars)

DISKUSI: