Analis: AS akan Gunakan Beban Finansial Baru untuk Menekan Irak

0
699

Baghdad,LiputanIslam.com-Seorang analis Irak memperingatkan, keberadaan senjata-senjata AS di pangkalan militer Irak bisa menimbulkan konsekuensi serius.

Ali al-Waili mengatakan, ada kemungkinan Washington akan meminta Baghdad memilih antara mengizinkan pasukan AS bertahan di Irak atau harus membayar milyaran dolar untuk senjata-senjata yang dibawa AS ke Irak.

“Jika proposal Washington, yang akan diajukan ke Baghdad pada Juni nanti, tidak berhasil, AS akan menggunakan tekanan finansial agar Irak mengizinkan pasukannya bertahan di negara ini,”kata al-Waili kepada al-Maalomah.

“AS memindahkan berbagai senjata dan perangkat militer ke pangkalan-pangkalan militer Irak, dengan dalih akan digunakan membasmi terorisme. Namun pada akhirnya, AS akan menuntut Irak membayar milyaran dolar untuk senjata-senjata tersebut. Padahal, berdasarkan informasi yang kuat, AS justru memberikan senjata-senjata itu kepada kelompok teroris di kawasan gurun Irak melalui pesawat atau helikopter mereka,”lanjut al-Waili.

Washington dengan tuntutan ini, kata al-Waili, ibarat melempar dua burung dengan satu batu. Sebab, Washington yakin bahwa Baghdad dalam kondisi saat ini tak sanggup membayar biaya senjata-senjata itu. Sebab itu, sebagai gantinya, Washington akan meminta minyak dari Baghdad. Jika demikian, maka pemerintah Irak terpaksa membatalkan kesepakatan dagangnya dengan China dan mengalihkan minyaknya ke AS. (af/fars)

Baca Juga:

Parlemen Irak Sebut Cengkeraman AS di Irak Mulai Melemah

Perwira IRGC: Pangkalan AS di Kawasan Ibarat Daging yang Siap Dilumat

 

DISKUSI: