Putin: Semua Agama Serukan Persaudaraan dan Setarakan Manusia di Depan Tuhan

0
75

Moskow, LiputanIslam.com –  Di tengah heboh dunia terkait dengan penistaan agama Islam di Prancis, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa pada semua agama besar di dunia terdapat suatu persamaan penting berupa semangat persaudaraan sesama manusia dan “kesetaraan manusia di hadapan Tuhan”.

Dalam pertemuan virtual dengan para wakil dari berbagai golongan, yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Persatuan Nasional Rusia, Rabu (4/11/2020), Putin mengatakan, “Bukanlah kebetulan bahwa di atas meja saya terdapat empat kitab suci, yaitu Bible (Alkitab/Injil), Al-Quran, Torah, dan Tripitaka. Masing-masing kitab ini mengandung hakikat-hakikat abadi di mana yang terpenting di antaranya ialah kecintaan kepada “yang dekat, terlepas dari ras, bangsa, dan tradisinya.”

Dia lantas menyebutkan beberapa teks dari empat kitab suci itu untuk mendukung kesimpulannya tersebut.

Ketika menyinggung Al-Quran dia menyebutkan kandungan ayat dengan mengatakan , “Aku menyeru kalian untuk mencintai yang dekat, dan barangsiapa berbuat kebajikan maka akan Kami balas dengan kebaikan yang berlipat, Allah bersama orang yang takut kepadaNya dan bersama orang yang berbuat kebajikan.”

Sedangkan ketika  mengutipkan Bible dia mengatakan, “Dustalah orang yang mengaku cinta kepada Allah namun membenci saudara sesamanya, bagaimana mungkin dia mencintai Allah yang tak dilihatnya namun membenci saudara sesama yang dilihatnya.”

Dia lantas menekankan bahwa kata “yang dekat” dalam teks-teks itu bukan berarti sesama penganut masing-masing agama, melainkan manusia secara umum.

Dia juga menyebutkan bahwa semua agama besar di dunia berbicara mengenai kesetaraan manusia di depan Tuhan.

Presiden Putin lantas menegaskan bahwa generasi sekarang di Rusia berkewajiban mendukung dan memperkuat jalinan hubungan baik dan sikap saling hormat antar etnis dan pemeluk agama.

Dia juga mengapresiasi partisipasi para pemuka agama Rusia dalam penjagaan stabilitas serta pencegahan terorisme dan radikalisme di Negeri Beruang Merah ini. (mm/rta)

Baca juga:

Rusia Nyatakan Ada 2000 Militan Timteng di Karabakh

Buntut Kontroversi Macron, Seorang Dai Kondang Mesir  Beraliran Wahhabi Ditangkap

DISKUSI: