Rusia Nyatakan Ada 2000 Militan Timteng di Karabakh

0
68

Moskow, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyatakan bahwa jumlah militan dari Timur Tengah di wilayah Nagorno-Karabakh mendekati 2.000 orang, dan menekankan bahwa negaranya akan melanjutkan kerjasama dengan Turki untuk menyelesaikan konflik di wilayah itu secara damai.

“Kami tentu saja prihatin tentang internasionalisasi konflik Karabakh dan keterlibatan militan dari Timur Tengah di dalamnya,” ungkap Lavrov dalam wawancara dengan surat kabar Rusia Kommersant, Selasa (3/11/2020),

Dia melanjutkan, “Kami telah berulang kali meminta pihak luar agar mengerahkan kemampuan mereka untuk memutus pengiriman pasukan bayaran, yang jumlahnya di zona konflik, menurut informasi yang tersedia, mendekati 2000 orang.”

Dia menyebutkan bahwa masalah ini telah disinggung dalam percakapan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejawatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada 27 Oktober, serta kontak berkala Putin dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev  dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan.

Menteri Luar Negeri Rusia menambahkan bahwa negaranya terus “terus-menerus menyampaikan sikapnya” tentang masalah ini melalui berbagai saluran.

Lavrov juga menekankan bahwa Rusia akan terus bekerjasama dengan Turki untuk menghentikan skenario militer di Karabakh.

“Kami tidak pernah menyembunyikan, dan sekarangpun kami tidak menyembunyikan bahwa kami menolak penyelesaian krisis melalui penggunaan kekuatan. Kami berusaha mengakhiri permusuhan secepat mungkin. Sangat penting bagi kedua pihak dan mitra eksternal mereka untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata yang ketat dan membentuk mekanisme untuk memantau dan melanjutkan proses negosiasi substansial dengan agenda yang cermat,” imbaunya.

Dia juga mengatakan, “Meskipun tidak ada gencatan senjata ketat yang segera dicapai, kami akan terus mengerahkan semua pengaruh yang kami miliki di kawasan, dan kami akan bekerja dengan mitra Turki untuk menghentikan jalannya skenario militer berikutnya, mengatur dialog antara kedua pihak, dan meyakinkan Baku dan Yerevan untuk duduk di sekitar meja perundingan.” (mm/alalam)

Baca juga:

Iran Sinyalir Kemungkinan Keberadaan Israel dalam Konflik Karabakh

Financial Times: Genderang Perang antara Rusia dan Turki Ditabuh di Idlib

 

DISKUSI: