Menlu AS Nyatakan Negaranya Berkomitmen untuk Hentikan Eskalasi di Irak

0
109

Washington, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan negaranya berkomitmen untuk menghentikan eskalasi di Irak terkait masalah konfrontasi militer AS dengan Iran.

Seperti dilaporkan Rai al-Youm, Sabtu (18/1/2020), Pompeo menyatakan komitmen itu dalam kontak telefon dengan Presiden Irak Barham Salih, sesuai pengakuan Pompeo di Twitte, yang juga mengisyaratkan kebertahanan pasukan AS di Irak, meski parlemen Irak sudah menetapkan undang-undang yang mengharuskan tentara AS keluar dari Irak.

“Presiden Saleh dan saya berbicara lagi hari ini tentang peran penting dan langgeng koalisi internasional dalam perang melawan ISIS,” tulisnya.

Dia menambahkan, “Komitmen kami untuk menghentikan eskalasi tetap konstan.”

Kementerian Pertahanan AS Pentagon pada Jumat 3 Januari 2020 mengumumkan bahwa serangan udara AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada dini hari itu telah menewaskan komandan Pasukan Quds IRGC Jenderal Qassem Soleimani dan wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, serta beberapa orang lain yang menyertai keduanya.

Iran menyebut serangan itu sebagai aksi teror, dan pada dini hari Rabu 8 Januari 2020 IRGC membalas serangan AS itu dengan menghantamkan puluhan rudal balistiknya ke dua pangkalan militer AS di Irak, termasuk Lanud Ain Assad yang ditempati oleh sekira 1500 tentara AS.

Baca: Ayatullah Khamenei Sebut Peristiwa Seputar Gugurnya Soleimani sebagai “Hari-Hari Allah”

IRGC mengklaim serangannya itu menewaskan 80 tentara AS, sementara Presiden AS Donald Trump semula mengklaim serangan balasan Iran itu tidak menjatuhkan korban tewas maupun luka, namun belakangan Pentagon secara resmi menyatakan 11 tentara AS terluka dalam serangan rudal balistik tersebut.

Baca: Resmi: AS Akui 11 Tentaranya Luka-luka Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain al-Assad

Ketegangan antara Iran dan AS menurun dalam beberapa hari terakhir. Dan pada 10 Januari lalu pemerintah Irak meminta pemerintah AS mengirim delegasi untuk membahas mekanisme penarikan pasukan dari Irak, namun AS menolaknya dan memberikan sinyal ancaman untuk menerapkan embargo terhadap Irak jika Baghdad tetap bersikeras dengan tuntutan pengeluaran pasukan AS dari Irak. (mm/raialyoum)

DISKUSI: