Barat Tepis Tuduhan Rusia tentang Senjata Biologi di Ukraina

0
279

Teheran, LiputanIslam.com –  Negara-negara Barat membantah tuduhan Rusia mengenai adanya proyek senjata biologis yang didukung Amerika Serikat (AS) di Ukraina, manakala Rusia melontarkan lagi tuduhan tersebut, dan China pun mendesak supaya tuduhan ini diklarifikasi.

Perwakilan AS dan Inggris menegur Rusia karena meminta pertemuan Dewan Keamanan pada hari Jumat untuk membahas klaimnya. Pekan lalu, Dewan Keamanan juga mengadakan sesi atas permintaan Rusia untuk mendengar tuduhan serupa.

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan, “Seperti yang saya katakan, satu minggu yang lalu, Ukraina tidak memiliki program senjata biologis. Tidak ada laboratorium senjata biologis Ukraina, tidak di dekat perbatasan Rusia, tidak di mana pun.”

Dia menyamakan laporan Rusia tentang senjata biologis di Ukraina dengan teori konspirasi yang didorong oleh internet.

“Presiden Biden memiliki kata untuk pembicaraan semacam ini: malarkey,” ujarnya.

Utusan Rusia Vasily Nebenzya mengklaim adanya komponen senjata biologis dibuat di Ukraina, dan terdapat dokumen yang membuktikan adanya “pendanaan langsung dan pengawasan Pentagon” ke bio laboratorium Ukraina.

Perwakilan tinggi PBB untuk urusan perlucutan senjata, Izumi Nakamitsu, kepada 15 anggota dewan bahwa PBB, Jumat (18/3), mengaku “tidak mengetahui adanya program senjata biologis semacam itu”. Dia juga membuat pernyataan yang sama pada pertemuan minggu lalu.

China mendesak dialog pada hari Jumat dan menyerukan kepada semua pihak terkait agar menanggapi klaim Rusia mengenai adanya program senjata biologis di Ukraina.

“Kami mendukung PBB dan semua pihak dalam meningkatkan upaya mediasi, dan berharap semua pihak dapat melakukan lebih banyak hal yang kondusif untuk mempromosikan pembicaraan damai, daripada menambahkan bahan bakar ke api,” kata duta besar China Zhang Jun kepada Dewan Keamanan.

Dia juga mengatakan, “China dengan tegas menentang pengembangan, kepemilikan, atau penggunaan senjata biologis atau kimia oleh negara mana pun… Setiap informasi tentang aktivitas senjata biologi sudah seharusnya menimbulkan kekhawatiran dan menarik perhatian masyarakat internasional agar kerusakan fatal dapat dihindari.”

Zhang Jun menyebutkan bahwa Rusia telah menyerahkan dokumen yang baru saja ditemukan dalam hal ini sehingga pihak-pihak terkait harus menjawab pertanyaan dan memberikan penjelasan yang komprehensif dan tepat waktu untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat internasional. (mm/aljazeera/alalam)

Baca juga:

Miris, Para Gadis Pengungsi Ukraina di Israel Mengaju Dibujuk Jadi PSK

Sayid Nasrallah Tanggapi Rumor Pasukan Hizbullah Bantu Tentara Rusia di Ukraina

DISKUSI: