AS Kutuk Ujicoba Senjata Rusia Anti-Satelit

0
286

Washington, LiputanIslam.com –  Amerika Serikat (AS) mengutuk keras apa yang dianggapnya tindakan Rusia menguji coba senjata anti-satelit, yang membuat anggota awak di Stasiun Luar Angkasa Internasional terpaksa bergegas ke pesawat ruang angkasa untuk keselamatan.

AS menyebut ujicoba itu “tindakan sembrono dan berbahaya” sehingga AS “tidak akan mentolerir” perilaku yang menempatkan kepentingan internasional dalam bahaya.

Komando Luar Angkasa AS, Senin (15/11), mengklaim Rusia menguji rudal anti-satelit pendakian langsung, atau DA-ASAT, dan menciptakan bidang puing di orbit rendah Bumi lebih dari 1.500 keping puing orbital yang dapat dilacak dan berkemungkinan menghasilkan ratusan ribu keping puing orbit yang lebih kecil.

Komando Luar Angkasa AS menyebutkan, “Kami secara aktif bekerja untuk mengkarakterisasi bidang puing-puing, dan akan terus memastikan bahwa semua negara yang bepergian ke luar angkasa memiliki informasi yang diperlukan untuk melakukan manuver satelit jika mereka terpengaruh.”

Seorang pejabat anonim AS menyatakan laporan awal menunjukkan bahwa Rusia telah melakukan tes anti-satelit selama akhir pekan.

Sejauh ini belum didapat komentar dari militer atau Kementerian Pertahanan Rusia.

AS sendiri pernah mengungicoba anti-satelit pertama pada tahun 1959, ketika satelit sendiri masing tergolong langka dan baru.

April lalu, Rusia melakukan uji coba rudal anti-satelit lainnya, dan para pejabat mengatakan ruang angkasa akan menjadi area perang yang semakin penting. (mmraialyoum/cnn)

Baca juga:

[Video:] Helikopter Pengintai Iran Dekati Kapal AS di Teluk Persia

Pentagon: Helikopter Iran Tiga Kali Kitari Kapal Perang AS Sejarak 20-an Meter

DISKUSI: