Al-Houthi: Para Pelaku Normalisasi Musuhi Pejuang Palestina

0
203

Sanaa,LiputanIslam.com-Pemimpin Ansharullah, Abdulmalik al-Houthi pada hari Selasa kemarin menyatakan, Rezim Saudi, Rezim Al Khalifa, dan Rezim UEA menormalisasi hubungan dengan Israel atas nama perdamaian.

“Rezim-rezim yang menormalisasi hubungan meyakini bahwa mengalah kepada AS dan Israel, bagaimana pun bentuknya, adalah baik. Tapi tidak jika mengalah kepada selain mereka,”kata al-Houthi.

Menurutnya, negara-negara ini memusuhi siapa pun, termasuk Yaman, yang memusuhi Israel. Negara-negara pelaku normalisasi, kata al-Houthi, mendiskreditkan para pejuang Palestina dan media-media milik mereka menyebut para pejuang ini sebagai teroris.

“Musuh ingin melemahkan umat serta memaksa mereka menyerah dengan cara embargo dan menyengsarakan mereka. Musuh berusaha melenyapkan spirit umat dan menciptakan keputusasaan.”

“Ketika umat meningkatkan keseriusan dan perasaan tanggung jawabnya, kemudian musuh melihat reaksi cerdas umat, ini akan mendatangkan hasil-hasil penting. Musuh akan putus asa, merasa lemah, dan akhirnya terpaksa menyerah.”

“Para agresor Yaman gagal meraih tujuan-tujuan mereka. Mereka menderita kekalahan, sementara bangsa kita memperoleh banyak kemenangan. Agresi atas Yaman telah menjadi pendorong penting bagi umat untuk melanjutkan kebangkitan mereka,”pungkas al-Houthi. (af/fars)

Baca Juga:

Daripada Mengagresi Yaman, Pasukan Arab Disarankan Pergi ke Quds

Resistansi Palestina Bantah Gencatan Senjata dengan Israel

DISKUSI: