Aktivitas Militer Kian Masif, AS Lakukan Latihan Militer di Ayn Al-Asad

0
753

Baghdad,LiputanIslam.com-Pergerakan mencurigakan pasukan AS di provinsi al-Anbar di barat Irak terus berlanjut dan semakin meningkat akhir-akhir ini.

Stasiun televisi al-Mayadeen melaporkan, tentara AS di Ayn al-Asad menguji coba sistem pertahanan C-RAM pada sebuah drone.
C-RAM adalah sistem antirudal, meriam, dan mortir. Sistem pertahanan ini bisa difungsikan untuk menghadang senjata-senjata yang lebih kecil, seperti roket-roket 107 mm Katyusha.

Koalisi internasional pimpinan AS mengabarkan, tentara AS di Divisi 1 dan Divisi 24 Infanteri melakukan latihan miiter dengan peluru perang dan meriam Howitzer-M770.

Baru-baru ini, AS mengumumkan rencana pemindahan kedubesnya dari Baghdad ke Ayn al-Asad, yang merupakan pangkalan udara terbesar di Irak. Washington mengklaim, langkah ini diambil guna melindungi kedubesnya dari kemungkinan serangan Kelompok-kelompok Perlawanan.

Merespon rencana itu, para pakar dan pejabat Irak menegaskan bahwa kedubes AS harus tetap berada di Baghdad. Pemindahan kedubes ke tempat selain ibukota bertentangan dengan protokol dan etika diplomatik.

Baca: Iran Bantah akan Serang Pasukan AS di Irak

Selain itu, AS pun tanpa meminta persetujuan resmi pemerintah Irak, menempatkan sistem pertahanan udara Patriot di Ayn al-Asad.
Masalah penempatan Patriot di wilayah Irak memicu kontroversi. AS mengklaim, tujuan penempatan Patriot adalah menjaga nyawa para serdadunya.

Berlawanan dengan klaim tersebut, para pengamat menilai, penempatan Patriot bertujuan untuk melindungi Rezim Zionis, juga untuk meng-cover perbatasan bersama Saudi-Irak dan mengamankannya. (af/alalam/fars)

DISKUSI: