Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

WNI di Iran Peringati Haul Gus Dur

Published 14/01/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Tehran, LiputanIslam.com– Belasan warga Indonesia yang berdomisili di Iran berkumpul untuk memperingati haul Gus Dur ketujuh pada Kamis malam (12/01/2017).

Meski digelar secara sederhana di salah satu apartemen di bilangan barat ibu kota Iran, haul KH. Abdurrahman Wahid yang diselenggarkan Gusdurian Tehran berlangsung khidmat dan meriah.

Diawali yasinan, acara yang dihadiri kalangan profesional, mahasiswa dan pelajar Indonesia tersebut menghadirkan peneliti pusat riset Iran “Encyclopedia Islamica Foundation” Prof. Mahmoudreza Esfandiyar untuk memberi refleksi atas pemikiran presiden Indonesia ke-4 itu.

“Abdurrahman Wahid bukan hanya tokoh Islam tingkat nasional Indonesia, tapi juga dunia,” kata Esfandiyar yang juga rektor Universitas Azad Tehran, seperti dilansir Parstoday.com (13/01).

Pemikiran Gus Dur, lanjut cendekiawan Iran ini, tidak hanya relevan bagi dunia modern dewasa ini, tapi juga solutif, terutama bagi dunia Islam. Lebih dari itu, warisan intelektual Gus Dur menawarkan jalan baru solutif atas problematika dunia modern yang seringkali terjebak pada diametral tradisionalisme dan modernisme.

“Posisinya sebagai intelektual Muslim terkemuka sangat cepat merespon tantangan dinamika zaman dan modernisasi dengan mengambil nilai-nilai Islam sebagai pijakan subtantif,” katanya.

Di mata peneliti Asia Tenggara ini, Gus Dur memahami ajaran Islam yang diyakininya sinkron dengan dinamika perkembangan zaman dengan mengusung setinggi-tingginya nilai-nilai kemanusiaan dan kehormatan manusia.

“[Misalnya] tentang prinsip toleransi, sebelum Gus Dur mengadopsi nilai tersebut dari pemikiran baru, dunia modern, beliau terlebih dahulu sudah menyerapnya dari warisan tradisi Islam,” kata pakar tasawuf yang berusia 40 tahun ini.

Pemikiran Gus Dur lahir dari cakrawalanya yang luas terhadap pemikiran modern dan kekayaan warisan pemikiran Islam.

“Abdurrahman Wahid dengan baik menggunakan pengetahuan klasik dan tradisonal, budaya masyarakat Indonesia yang kaya, Islam sufistik, tasawuf, kedalamannya terhadap studi Islam, penguasaan yang baik terhadap al-Quran dan Hadist, dan lainnya, dalam pemikirannya, sehingga beliau tampil sebagai tokoh terkemuka yang menjadi perhatian hingga kini,” tegasnya.

Sementara itu, koordinator Gusdurian Tehran, Purkon Hidayat dalam sambutannya mengungkapkan tujuan diselenggarakannya haul KH Abdurrahman Wahid ketujuh sebagai bentuk kerinduan sekaligus kecintaan terhadap Gus Dur.

“Selain sebagai mantan presiden, dan ketua PB NU, lebih dari itu Gus dur adalah pemikir besar yang perlu digali percikan gagasannya yang berserakan,” tutur alumnus fakultas filsafat dan tasawuf Universitas Internasional Al-Mostafa, Qom, Iran itu.

Di bagian lain pernyataannya, jurnalis dan peneliti Timur Tengah ini menyampaikan kekhawatiran mengenai derasnya gelombang intoleransi di Tanah air, dan maraknya hoax yang bisa berpotensi mengancam keutuhan NKRI.

“Tentu saja kita semua tidak ingin ‘Rumah Besar’ Republik Indonesia yang berpijak dari kebhinekaan akan menjadi seperti Suriah. Haul Gus Dur ke-7 kali ini sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengingatkan kita semua sebagai elemen bangsa Indonesia, meskipun kini berada jauh ribuan kilometer dari tanah air,” papar pengajar bahasa Indonesia di salah satu pusat riset Iran.

Peringatan haul KH. Abdurrahman Wahid dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh dua pelajar Indonesia yang menempuh sekolah dasar di Iran, serta pemutaran salawat, syiir tanpa waton yang dikumandangkan almarhum Gus Dur, dan tembang daerah.

Acara yang dimulai setelah shalat isya ini berakhir dengan ramah tamah dan santap malam khas kuliner nusantara. (ra/pasrtoday/islamindonesia.id)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account