Tradisi Nganggung Paling Ditunggu Dalam Bangka Culture Wave (BCW) 2019

0
147

Sumber: gapuranews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Tradisi Nganggung merupakan hal yang paling ditunggu dalam rangkaian event Bangka Culture Wave (BCW) 2019. Tradisi Nganggung digelar setelah perlombaan Sungailiat Triathlon. Bupati Bangka, Mulkan mengatakan bahwa Sungailiat Triathlon menjadi ajang sport tourism sekaligus daya tarik wisata khusus di Pulau Bangka.

“Sungailiat Triathlon sudah menjadi daya tarik wisata yang mendatangkan baik wisatawan nusantara mau pun mancanegara. Salah satu acara yang ditunggu adalah Nganggung yang diadakan setelah perlombaan,” ucapnya saat berada di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, seperti dilansir liputan6.com, pada Kamis (28/3).

Menurutnya, ada satu tradisi yang akan dilakukan dan banyak ditunggu setelah lomba Triathlon selesai, yaitu Nganggung. Tradisi masyarakat Melayu Bangka Belitung yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat.

Nganggung merupakan tradisi membawa makanan dari masing-masing rumah penduduk menuju ke satu tempat pertemuan besar, biasanya berupa Masjid, Surau, Langgar, atau Lapangan pada waktu-waktu tertentu. Misalnya dalam Agama Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Muharram, serta selepas shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Nganggung sering disebut juga Sepintu Sedulang karena setiap rumah (sepintu atau satu pintu) membawa ‘satu dulang (sedulang), yaitu wadah kuningan maupun seng yang digunakan untuk mengisi makanan dan kemudian ditutup dengan penutup dulang, yaitu Tudung Saji.

Tradisi di Bangka ini memberikan pemaknaan kekeluargaan yang kokoh di antara masyarakat Melayu dan menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi. Rangkaian acara nganggung biasanya diisi dengan doa-doa maupun ceramah agama yang temanya disesuaikan dengan momen hari pelaksanaan. (aw/liputan6).

 

DISKUSI: