Terkait Istilah Kafir, MUI: NU Pasti Punya Dalil Kuat

0
53

Sumber: lampungpro.com

Jakarta, LiputanIslam.com—Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Zainut Tauhid Saadi meminta umat Islam tak berlebihan dalam menanggapi persoalan penggunaan istilah kafir dan non-muslim yang dihasilkan dari Munas dan Konbes NU 2019. Apalagi menurutnya keputusan itu merupakan ijtihad kolektif (NU) yang pasti memiliki alasan, dalil dan pendapat yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“MUI mengimbau kepada umat Islam untuk tidak terjebak pada polemik yang berlebihan atas putusan Munas NU terkait dengan penyebutan orang yang beragama selain Islam dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucapnya di Jakarta, pada Senin (4/3).

Zainut mengajak semua pihak untuk mengembangkan sikap berbaik sangka, pemahaman positif dan sikap toleransi terhadap berbagai hasil ijtihad kolektif masyarakat. Sepanjang hal tersebut masih dalam koridor wilayah perbedaan (ikhtilaf) dari cabang agama (furu’iyyah) dan bukan masalah pokok dalam agama (ushuluddin).

“Untuk hal tersebut, MUI mengajak kepada semua pihak untuk terus menjaga persaudaraan ke-Islaman (ukhuwah Islamiyah) dan persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah) demi mewujudkan Islam yang ‘rahmatan lil ‘alamin’,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, KH Abdul Moqsith Ghazali melalui siaran pers menyatakan bahwa berdasarkan hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019, diputuskan penyebutan umat non-Muslim tidak dengan kata kafir. “Kata kafir menyakiti sebagian kelompok non-Muslim yang dianggap mengandung unsur kekerasan teologis,” tandasnya. (aw/republika).

 

DISKUSI: