Soal Penghapusan Istilah Kafir, PGI dan Matakin Apresiasi Usulan NU

0
12

Sumber: bengkuluinteraktif.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Uung Sendana L Linggaraja menyambut baik usulan Nahdlatul Ulama (NU) yang ingin menghapus istilah kafir bagi non-muslim. Menurutnya, usulan tersebut merupakan bukti bahwa NU berupaya menjaga suasana kondusif antar umat beragama di Indonesia. Apalagi selama ini istilah kafir sering kali dikonotasikan negatif.

“Menurut saya itu suatu sikap yang luar biasa karena menunjukkan bahwa NU ingin menciptakan suasana yang kondusif dan suasana persaudaraan dalam kebangsaan Indonesia yang lebih baik,” ucapnya di Jakarta, pada Senin (4/3).

Uung mengaku, istilah kafir sering dikonotasikan dengan kalimat negatif sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi siapapun yang mendengarnya. “Karena selama ini penggunaannya dalam arti konotasi negatif sehingga dirasakan agak kurang nyaman (mendengarnya),” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Pendeta Hendriette Hutabarat-Lebang di Jakarta, pada Selasa (5/3). “Kami menghargai keputusan itu ya. Saya kira, ini adalah satu perkembangan yang kami sambut dengan baik,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, KH Abdul Moqsith Ghazali melalui siaran pers menyatakan bahwa berdasarkan hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019, diputuskan penyebutan umat non-Muslim tidak dengan kata kafir. “Kata kafir menyakiti sebagian kelompok non-Muslim yang dianggap mengandung unsur kekerasan teologis,” terangnya.(aw/republika/kompas).

DISKUSI:
SHARE THIS: