Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Said Aqil Siradj: Bodoh itu Dosa!

Published 27/11/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

SaidAqilWonosobo, LiputanIslam.com –– Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj mengimbau agar warga Nahdlatul Ulama (NU) selalu memperkuat bidang keilmuannya, termasuk kompetensinya dalam berbagai bidang. “Kalau modal ilmu kita pas-pasan akan tergilas oleh orang lain yang ilmunya kuat dan banyak,” tuturnya.

“Kebodohan itu dosa, apa dikira bodoh itu tidak dosa. Jangan merasa cukup dengan pendidikan yang sudah ada sekarang. Kuasai teknologi, kuasai ekonomi, kuasai pasar, kuasai perguruan-tinggi-perguruan tinggi,” sambung Kang Said, sapaan akrabnya, dalam acara Penguatan Aqidah Ahlussunanah Wal Jama’ah dan Sosialisasi Hasil-hasil Muktamar NU XXXIII, akhir pekan lalu (22/11/2015).

Di hadapan lebih dari ribuan warga yang memadati Gedung Serbaguna SMK Andalusia Wonosobo, Jawa Tengah itu, Kang Said bercerita, ketika dahulu Gus Dur terpilih menjadi presiden, ternyata kebanyakan warga NU kala itu secara SDM (sumber daya manusia) belum siap untuk ditempatkan pada jabatan-jabatan strategis, sehingga harus mengambil orang di luar NU untuk mengisi bidang-bidang penting tersebut.

Pada akhir pidatonya, Kang Said memberikan motivasi kepada warga NU supaya jangan merasa pesimis dengan khazanah keilmuan pesantren yang dimiliki. Ia juga bercerita bahwa dirinya dulu mengaji Fathul Muin, Fathul Wahhab, Jam’ul Jawami’, Tafsir Jalalain dan semacamnya.

“Bacaan saya juga kitab-kitab kuning itu. Saya bukan keluaran Amerika, bukan pula Eropa. Saya dulu dari Lirboyo yang sangat salaf, kemudian ke Krapyak yang kala itu sudah agak modern, dan baru ke Ummul Qurra, Mekkah. Walau begutu, saya sering diundang di forum-forum internasional, tidak kalah dengan mereka yang alumnus Barat. Ini saya tidak bermaksud sombong, melainkan hendak menyatakan bahwa alumni pondok pesantren pun sebenarnya memiliki potensi besar berkiprah dan berperan dalam berbagai bidang,” terangnya.

Guru besar ilmu tasawuf dari UIN Sunan Ampel Surabaya itu juga menekankan pentingnya kuat secara ekonomi (al-iqtishad). Menurutnya, Allah memilih Nabi Muhammad sebagai Rasul yang terakhir berasal dari keluarga pedagang yang kaya. Nabi Muhammad lahir dari keturunan klan Quraish. Uang dalam bahasa arab berarti qursy. Orang yang banyak uangnya disebut “quraisyh”.

“Keluarga Nabi Muhammad adalah keluarga pedagang. Bahkan ayahandanya Nabi Muhammad, Sayyid Abdullah wafatnya dalam suatu perjalanan ketika pulang dari berdagang. Ditakdirkannya Nabi Muhammad keturunan dari suku Quraish, suatu klan yang terpandang dan dihormati di jazirah Arab, supaya tidak ada celah orang lain untuk menghina Nabi Muhammad dari sisi nasabnya. Dan terbukti orang kafir tidak ada yang menghina Nabi dari sudut asal-usul keluargannya,” paparnya. (ba)

—

Sumber: Nu Online

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account