Presiden Akan Salurkan Bansos untuk Dalam dan Luar Jabodetabek

0
328

Sumber: Kompas

LiputanIslam.com — Presiden Joko Widodo akan menyalurkan bantuan sosial tambahan berbentuk sembilan bahan pokok (sembako) senilai Rp600 ribu per bulan untuk masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), dan juga bansos tunai untuk masyarakat di luar Jabodetabek, sebagai stimulus untuk mengurangi tekanan sosial ekonomi dari pandemi COVID-19.

Presiden dalam telekonferensi pers melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, menjabarkan kebijakan pemerintah pusat berupa bansos berbentuk sembako ini akan diberikan kepada 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta Kepala Keluarga di DKI Jakarta, sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp2,2 triliun.

Untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), pemerintah pusat juga memberikan bantuan sembako senilai Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan kepada 1,6 juta jiwa atau 576 ribu Kepala Keluarga dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp1 triliun.

Sedangkan untuk di luar Jabodetabek, pemerintah akan memberikan bansos tunai kepada sembilan juta Kepala Keluarga (KK). Sembilan juta KK ini merupakan warga yang tidak menerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan bansos sembako. Bantuannya senilai Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan dengan total anggaran yang disiapkan Rp16,2 triliun.

Baca juga: Mendagri Minta Pemda Berikan Bansos Selama Pandemi

Sebagian anggaran dana desa juga akan dialokasikan untuk bansos di desa dengan target bansos sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan untuk 10 juta keluarga penerima dengan akumulasi anggaran sebesar Rp21 triliun.

Dia mengatakan, pemerintah akan terus menyisir anggaran-anggaran yang tersedia untuk menambah bansos dan memperluas lapangan kerja di masyarakat bawah.

“Kita harus sadar tantangan yang kita hadapi tidak mudah, saya ajak pengusaha berusaha kerja mempertahankan para pekerjanya dan saya ajak semua pihak peduli masyarakat yang kurang mampu dengan bergotong royong secara nasional kita dapat mempertahankan capaian pembangunan dan loncatan kemajuan,” tutupnya. (Ay/Antara/Liputan6)

DISKUSI:
SHARE THIS: