Penelitian Terbaru CDC: Anak-anak Cenderung Tidak Alami COVID-19 Parah

0
361

Sumber: BBC

LiputanIslam.com — Data terbaru yang dikumpulkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan bahwa anak-anak cenderung tidak mengalami sakit parah saat terkena virus corona (COVID-19).

Kasus corona pada anak-anak hanya 1,7 persen dari kasus yang dilaporkan (yakni sebanyak 149.760 kasus), per periode 12 Februari sampai 2 April 2020.

Anak-anak cenderung tidak mengalami sakit parah saat terkena COVID-19 jika dibandingkan orang dewasa. Anak-anak tidak mengalami demam, batuk atau bahkan sesak napas.

Temuan baru ini mendukung klaim dari studi sebelumnya pada kasus anak di China, yang juga menemukan bahwa infeksi COVID-19 tampaknya tidak berdampak parah pada anak-anak.

Pusat Pengendalian Penyakit China menganalisis 72.314 kasus (total pasien corona di negara itu adalah 82.718 pada 7 April) dan menemukan bahwa kurang dari 1 persen corona menginfeksi anak-anak di bawah 10 tahun, dan hanya 41,5 persen yang mengalami demam.

Dalam sebuah studi terpisah, para peneliti China mengamati lebih dekat 2.143 anak-anak yang terinfeksi di bawah usia 18 tahun dan menemukan bahwa sekitar 125 anak-anak, sekitar 6 persen, menderita penyakit yang sangat serius.

“Meskipun sebagian besar kasus yang dilaporkan di antara anak-anak sampai saat ini belum parah, dokter harus mempertahankan indeks kecurigaan yang tinggi untuk infeksi COVID-19 pada anak-anak dan memantau perkembangan penyakit, terutama di antara bayi dan anak-anak dengan kondisi yang mendasarinya,” CDC dalam laporan mereka yang dirilis Senin (6/4).

Dengan informasi yang tersedia, penelitian menemukan bahwa 73 persen pasien anak akan menunjukkan gejala demam, batuk atau sesak napas dibandingkan dengan 93 persen kasus orang dewasa (berusia antara 18 dan 64 tahun) yang dilaporkan selama periode waktu yang diuji.

Sebelumnya, Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa kasus penyakit COVID-19 yang terjadi pada anak cenderung sedikit dan hanya mengalami gejala yang ringan.

“Ini untuk memberi pemahaman pada para orang tua, kasus COVID-19 pada anak relatif lebih sedikit dan lebih ringan,” kata dr Darmawan Budi Setyanto Sp.A(K) dalam konferensi pers terkait COVID-19 di kantor PB IDI Jakarta, Kamis (5/3).

Darmawan menyebut bahwa hasil studi kasus COVID-19 di China menunjukkan bahwa angka penularan pada anak di bawah 10 tahun sangat kecil dibandingkan dengan populasi dewasa secara umum. Dari kasus COVID-19 yang terjadi pada anak tersebut pun sangat kecil kemungkinan mengalami gangguan pernapasan berat.

Baca juga: Akibat COVID-19, HIPMI Minta Tunda THR

Dia menyebut infeksi virus COVID-19 pada anak sebagian besar hanya meenginfeksi saluran napas bagian atas sehingga hanya menimbulkan gejala seperti flu. “Untuk anak sebagian besar hanya menginfeksi saluran napas saja dan ini tidak berbahaya. Yang bahaya kalau infeksi mencapai paru dan menjadi pneumonia,” kata Darmawan.

Meskipun demikian, CDC tetap mengingatkan perilaku menjaga jarak dan pencegahan sehari-hari tetap penting untuk semua kelompok umur. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS: