Sumber: kemenag.go.id

Tangerang, LiputanIslam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa pada hakikatnya penelitian adalah salah satu bentuk jihad, dan mempublikasikan hasilnya adalah bagian dari dakwah. Oleh karena itu, ia mendorong para peneliti dan dosen agar melakukan penelitian yang relevan dengan konteks kekinian.

Demikian hal itu disampaikan Menag pada saat membuka Annual Conference Research Proposal (ACRP) 2019 di Serpong, Tangerang, Banten, pada Selasa (26/03).

“Penelitian adalah jihad untuk bersunguh sungguh menemukan hal baru sesuai konteks kekinian sementara publikasi ilmiah adalah bentuk dakwah dalam bentuk khidmat kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Menag, penelitian yang dilakukan hendaknya tidak semata memperkaya tema penelitian, namun bisa diaplikasikan dalam membangun sistem kehidupan, regulasi dan tataran kehidupan bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebelumnya, ia mengatakan bahwa ACRP merupakan upaya sumbangsih Indonesia untuk dunia. “Dunia melihat Indonesia sebagai negara yang luar biasa kaya akan khazanah keilmuan karena nilai agama bisa secara baik terintegrasi dalam kehidupan keseharian,” ucapnya.

Sementara Dirjen Pendidikan Islam, Kamarudin Amin dalam laporannya mengatakan pada tahun anggaran 2018, pihaknya telah memfasilitasi setidaknya 764 proposal penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat dengan dukungan pendanaan mencapai 39,4 miliar rupiah.

ACRP tahun 2019 merupakan event kali kedua setelah sukses ACRP di tahun 2018 dan dihadiri ratusan peneliti. Dari 2.314 Proposal yang masuk tim reviewer ACRP 2019 berhasil menyaring dan menetapkan 566 nomine penerima bantuan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. (aw/kemenag).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*