Pemilu Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Ajang Permusuhan

0
73

Sumber: Arah.Com

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengingatkan semua pihak bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan wahana atau ajang untuk memilih pemimpin bangsa dan negara ini. Pemilu bukan ajang permusuhan

Demikian hal itu ditegaskan Wiranto saat membuka Rapat Koordinasi (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional Dalam Rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, di Ballroom Grand Paragon Hotel, Jakarta, pada Rabu (27/3).

“Tidak ada alasan karena Pemilu kita bermusuhan, pertunjukan yang aneh kalau pilihan beda tapi kebersamaan tergerus,” ucapnya.

Menurutnya, pilihan boleh beda, beda pilihan sudah biasa, beda pendapat biar saja, yang penting tidak berkelahi. Pemilu juga sebagai wahana untuk para calon pemimpin beradu konsep, gagasan, dan integritas yang meyakinkan agar mampu dipilih oleh masyarakat.  “Ingat, Pemilu ini ajang memilih pemimpin bukan ajang permusuhan,” tegasnya.

“Pemilu itu kewajiban konstitusi lima tahun sekali untuk memilih pemimpin, bukan mengadu pemimpin. Pemimpin tidak diadu tapi dipilih, dia tidak saling berhadapan tapi dihadapkan pada publik untuk menampilkan perilaku, rekam jejak, menampilkan kompetensi yang berintegritas untuk dilihat dan dipilih masyarakat,” ungkapnya.

Wiranto juga berpesan agar bangsa Indonesia mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan yang telah dijaga dan dirawat selama ini. “Indonesia meraih gelar sebagai negara dengan kepercayaan publik tertinggi nomor satu di dunia, negara tujuan investasi, dan lain sebagainya. Saya pesan, ini adalah capaian kita, jangan sampai dirusak oleh permusuhan dan perpecahan Pemilu,” tambahnya. (aw/setkab).

DISKUSI: