Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Pemerintah Diminta Segera Bebaskan 14 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Published 19/04/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

abu sayyafMalang, LiputanIslam.com –Pemerintah diminta bergerak cepat dalam membebaskan WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Penanganan upaya pembebasan terhadap total 14 WNI dianggap lamban.

“Ini menyangkut kebebasan warganya sendiri. Tetapi lamban dalam penangannya, saya tidak mengerti kenapa sampai begini,” ujar Pengamat dari LIPI Hermawan Sulistyo usai diskusi publik Quo Vadis RUU Keamanan Nasional di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Senin (18/4/2016).

Menurut Hermawan, negara memiliki personel keamanan yakni TNI dan Polri yang diyakini mampu membebaskan para WNI.

“(Penyandera WNI) seperti itu perlu diberangus, jangan diberikan toleransi. Ini menyangkut integritas bangsa Indonesia. Percuma dong punya pasukan elite, jika memang Filipina tidak menghendaki, harus ada tindakan tegas menyikapi,” sambung dia.

Karena itu Presiden Joko Widodo diminta tegas dan memberikan batas waktu dalam operasi pembebasan WNI. Sedangkan Menlu Retno Marsudi diminta terus meyakinkan pemerintah Filipina agar mengizinkan personel keamanan Indonesia masuk ke wilayahnya untuk membebaskan sandera.

“Secara kekuatan kita masih unggul. Presiden harus tegas, kasih deadline pada Menlu,” tuturnya.

Dengan pengalaman militer Indonesia yang pernah membebaskan sandera pembajakan di Thailand dan Somalia, menurut Hermawan menjadi bukti kekuatan militer bisa menghadapi kelompok Abu Sayyaf yang melakukan penyanderaan.

“Lihat saja Yunani, Swedia. Mereka tidak memberikan toleransi, apabila satu warganya menjadi korban terorisme maupun penyanderaan. Bahkan, mereka berani menyerbu negara yang menghalangi upaya pembebasan atau penyelamatan, lantaran dianggap sebagai musuh negara. Prinsip yang sama, semestinya diterapkan oleh Indonesia. Ini sudah 14 WNI yang disandera, sudah berapa minggu tidak jelas nasibnya. Jangan banyak diplomasi, pembebasan itu yang utama. Karena segala tindakan kita melindungi warga negara diamanatkan oleh undang-undang ,” tutur Hermawan.

Sementara anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris, dalam diskusi mengatakan, dewan mendukung semua langkah pemerintah dalam upaya pembebasan 14 WNI disandera.

“Kami percaya pemerintah sudah melakukan yang terbaik. Kami, Komisi I sudah melakukan komunikasi dengan petinggi TNI mengenai upaya pembebasan,” ujar politisi dari PDI Perjuangan ini.

Dia berharap pemerintah Filipina memberikan kesempatan kepada TNI untuk melakukan operasi militer dalam membebaskan WNI.

“Memang katanya, ada regulasi di Filipina yang tidak menghendaki militer asing masuk di wilayah terotorial.Tetapi kami harapkan, Filipina bisa memberikan kesempatan kepada TNI untuk terlibat. Karena di tahun 2005, TNI pernah dan berhasil membebaskan WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf,” imbuh Charles. (ba/ detik.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account