Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Mina Padi: Sistem Menakjubkan, Bertanam Padi Sambil Pelihara Ikan

Published 03/02/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

[wzslider autoplay=”true”]

Jakarta, LiputanIslam.com –Mina padi, adalah istilah yang berarti menanam padi dan memelihara ikan, yang dilakukan pada suatu tempat yang sama. Milah Yabmob, dari Research and Development Information Systems, Social Media and Editor, hari ini mengunggah foto menakjubkan, yaitu contoh mina padi yang berhasil dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Ngemplak, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Ikan yang dipelihara disini adalah babyfish alias bayi ikan mas yang ditebar di tengah sawah pada saat musim tanam. Tapi sawah disini masih alami, beda dengan sawah yang ada di Aceh,” jelasnya.

Ia menyayangkan kondisi sawah di Aceh yang sangat akrab dengan pestisida, sehingga sistem mina padi akan sulit diterapkan di Negeri Serambi Mekah tersebut.

“Bahan kimia sudah menjadi makanan sehari-hari petani di Aceh sehingga sawah di Aceh sudah tidak alami lagi karena banyak mengandung kimia. Akibatnya sangat sulit untuk menerapkan mina padi. Ikan dan jasad renik tidak bisa hidup di ekosistem yang terkomtaminasi zat kimia, karena itu kenapa sawah di Aceh sudah tidak dtemukan lagi belut dan hewan-hewan alamiah lainya yang dulu sering kita temukan. Inilah masalah yang sedang dihadapi petani di Aceh,” keluhnya.

Postingan ini menuai reaksi yang sangat positif di media sosial. Pada umumnya, netizen mengaku takjub dengan pemandangan yang tidak biasa ini. Mereka bertanya, tidakkah ikan-ikan itu akan terinjak pada saat panen padi?

“Ya enggak keinjeklah mbak, kan ikannya bisa panen 3x selama 3 bulan. Jadi, sebelum padi dipanen babyfish sudah di panen duluan sehingga tidak merusak padi. Anak-anak ikan mas cepat panen karena pertumbuhannya lebih cepat apalagi hidupnya di sawah organik,” jelasnya.

“Penebaran benih ikan dilakukan saat akar padi sudah mulai menancap kuat dilumpur, saat itu air dimasukkan sebanyak sepertiga dari ukuran tanaman padi, tidak terlalu banyak tidak pula sedikit. Keduanya saling menguntungkan. Jadi pertumbuhan ikan akan mengikuti pertumbuhan tanaman padi. Tetapi pertumbuhan ikan mas lebih cepat karena persediaan makanan ikan disawah lebih kaya. Pilihlah padi yang perdunya lebih kokoh dan tidak mudah rebah,” jelasnya lagi, ketika ada yang bertanya bagaimana cara menerapkan sistem mina padi ini.

Milah berharap, pemerintah daerah Aceh segera melakukan revolusi pertanian yang ramah lingkungan, multi guna, efektif dan produktif sekaligus bisa satu paket dengan pengembangan agrowisata, culture tourism, dan greentourism.

“Silahkan share sebanyak- banyaknya agar Indonesia back to nature, menjadi penghasil padi dan babyfish terbesar didunia,” harapnya. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account