Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Wakil Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Muhammad Idris Masudi mengatakan bahwa saat ini Indonesia merupakan negara dengan indeks korupsi yang cukup tinggi. Namun hal ini tidak boleh dibiarkan, salah satu caranya adalah dengan mengajarkan pendidikan antikorupsi sejak dini.

Hal itu ia sampaikan usai menjadi narasumber pada Focus Grup Discussion (FGD) dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi di Sekretariat Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Gedung PBNU Jakarta, seperti dilansir NU Online pada Selasa (10/12).

Dengan adanya materi pendidikan antikorupsi yang cukup komprehensif dalam pelajaran, Idris meyakini indeks korupsi dapat ditekan. “Insyaallah Indonesia bisa menjadi negara dengan indeks korupsi yang sangat bisa ditekan,” ujarnya.

Saat ini memang pendidikan antikorupsi belum masuk dalam kurikulum nasional. Baru ada beberapa sekolah dan kampus yang mulai mengajarkan pendidikan antikorupsi. Dan itu pun jumlahnya masih sangat kurang.

“Sepertinya belum ada kurikulum khusus pendidikan antikorupsi kecuali beberapa sekolah dan kampus yang sudah bekerjasama dengan KPK,” terangnya.

Hal yang sama telah ditegaskan Presiden Jokowi yang menginginkan kesadaran perilaku antikorupsi ditumbuhkan sejak dini. menanamkan kesadaran antikorupsi sangat penting sehingga harus dilakukan secara besar-besaran.

Baca: Hasil Survei, Indeks Kerukunan Umat Beragama Meningkat

“Kenapa di sekolah? Kita tahu, saya kira Pak Mendikbud memiliki 300 ribuan sekolah, ada siswanya 50 juta pelajar. Inilah yang harus menjadi target, karena apapun, demografi kita ke depan, anak-anak inilah yang akan mengisi negara ini di titik-titik jabatan apapun,” tandasnya. (aw/NU/pkiranrakyat)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*