KH Subhan Makmun Jelaskan Beda wa’alaikumussalâm dan wa’alaikum salam

0
270

Sumber: nu.or.id

Brebes, Liputanislam.com– Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes sekaligus Rais Syuriyah PBNU, KH Subhan Makmun mengatakan bahwa menjawab salam yang benar adalah dengan kalimat wa’alaikumussalâm, bukan wa’alaikum salam. Sebab, antara kedua kalimat itu memiliki makna yang berbeda.

“Kalau menjawab salam, jawablah dengan kalimat wa’alaikumussalâm, jangan wa’alaikum salam,” katanya pada kajian kitab Tafsîr Al-Munîr di Masjid Al-Mukarromah komplek Islamic Center Brebes, Jawa Tengah (Jateng), seperti dilansir NU Online, pada Minggu (13/1).

Menurutnya, orang yang mengucapkan salam kepada kita dengan mengucapkan as-salâmu ‘alaikum kata salâm-nya (di dalam Bahasa Arab) menggunakan “al” ma’rifat. Maka, sebagaimana perintah ayat di atas membalasnya pun harus dengan menggunakan “al“ ma’rifat biar balasannya sepadan. Dengan demikian maka menjawab salam harus dengan kalimat wa’alaikumussalâm, bukan wa’alaikum salâm di mana kata salâm-nya berupa isim nakirah, tanpa “al”.

Kiai Subhan menjelaskan, ketika kata salâm menggunakan isim ma’rifat (dengan adanya “al” di depannya) maka itu berarti salam (keselamatan) yang disampaikan adalah salam yang berasal dari Allah, bukan salam dari selain-Nya. Namun bila kata salâm ini diucapkan dalam bentuk isim nakirah (tanpa “al” di depannya) maka makna salam ini masih umum, tidak tertentu yang berasal dari Allah.

Oleh karena itu, lanjut dia, menjawab salam dengan kalimat wa’alaikum salâm tidak sesuai dengan perintah ayat tersebut, karena membalas secara tidak sepadan dengan salam yang diberikan oleh pengucapnya. Menjawab salam yang benar adalah dengan kalimat wa’alaikumussalâm. (aw/NU Online).

DISKUSI: