Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

KH Said Aqil Siroj: NU Mengemban Amanat Agama dan Bangsa

Published 01/02/2018 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

 

Sumber: beritajakarta.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa NU mengemban dua amanat utama, yakni amanah diniyah (agama) dan amanah wathoniyah (menjaga bangsa). Hal itu disampaikan Kiai Said pada peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-92 di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Daan Mogot, Jakarta, pada Rabu (31/1).

Menurut Kiai Said, di atas pundak NU terdapat amanah untuk menjaga, mengawal, dan mengembangkan agama Islam. Karena Islam suci, baik, dan mulia, maka cara mendakwahkannya dengan cara yang baik. “Kalau dakwah Islam tapi dengan cara yang tidak baik, dengan caci maki, maka itu bukan dakwah Islamiyah. Itu sama saja mencoreng dan menghancurkan nama baik Islam,” ucapnya.

Pada prinsipnya, lanjut dia, NU memiliki prinsip dalam beragama, yakni, tawassuth (moderat) dan tasamuh (toleran). “NU tidak mengenal ekstrem kanan, radikal, apalagi terorisme. Juga, tidak mengenal liberalisme yang bebas sebebas-bebasnya. NU tidak liberal dan tidak radikal. Tidak tekstual juga tidak terlalu mengedepankan rasionalitas. NU berpegang teguh pada sikap moderat atau toleran,” ungkapnya.

Kiai Said menjelaskan bahwa sikap moderat tidak bisa terwujud kalau tanpa ilmu pengetahuan. Bersikap moderat berarti harus bisa menggabungkan teks suci dengan rasionalitas. Memakai ayat Al-Quran dan Hadits juga memakai akal. “Kalau tanpa ilmu, yang ekstrem kanan tinggal teriak Allahu Akbar. Tidak usah pintar. Kalau ekstrem kiri, tinggal bilang shalat tidak wajib. Selesai,” ujarnya.

Kemudian ada sikap tasamuh yang sangat penting dalam membangun peradaban. Ia mengambil contoh Rasulullah yang berhasil mempersatukan warga negara Madinah. Islam, Yahudi, dan Kristen, diperlakukan dengan sama. Tidak dibeda-bedakan. “Di hadapan hukum, semua sama. Tidak memandang Islam atau non-Islam,” katanya.

Selain amanah menjaga kesucian agama, di pundak NU terdapat juga amanah untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan dasar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. “Di atas pundak NU, baik dapat jatah atau tidak, tugasnya adalah menjaga dan merawat keutuhan NKRI. Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Islam, sudah final. Tidak bisa dipertentangkan lagi,” tegasnya.

Menurut Kiai Sa’id, bagi orang-orang yang gagal paham maka akan mengira Pancasila akan menggantikan agama. Padahal, menerima Pancasila bukan sebagai agama. Melainkan sebagai dasar untuk membangun negara.

“Silakan ibadah dengan sangat baik, tidak mengganggu Pancasila. Karena memang Pancasila dan Islam tidak saling mengganggu. Untuk agama, silakan dikuatkan. Tapi jaga Pancasila untuk NKRI,” tambah Kiai Said. (Ar/NU Online).

 

 

 

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account