KH Hudallah Ridwan: NU Ormas yang Unik

0
131

Sumber: nu.or.id

Pringsewu, LiputanIslam.com– Sekretaris Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Hudallah Ridwan (Gus Huda) mengatakan bahwa NU merupakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang unik. Sebagai Ormas terbesar di dunia, NU memiliki sistem tata organisasi yang tidak semua berbasis pada formal struktural dalam menjalankan visi dan misinya. Namun begitu, NU sangat solid dalam menjalankan organisasinya.

“NU memang unik dan beda dari Ormas Lain. Tidak semua berbasis pada struktural namun tetap solid menjalankan amaliah dan fungsinya masing-masing,” ucapnya saat berada di Pringsewu Lampung, pada Jumat (29/3).

Menurutnya, banyak para peneliti yang “bingung” memahami Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU). Mereka tidak menemukan jawaban terhadap penelitian yang dilakukan karena tidak bisa mengukur NU melalui kata-kata dan angka.

Gus Huda mengibaratkan perbedaan NU dengan organisasi lainnya seperti momen kematian dan pernikahan. Perbedaan yang mencolok dari kedua hajatan yang sering ada di tengah masyarakat ini adalah saat pembentukan panitia dan pelaksanaannya. “Aktifitas dalam NU itu terbentuk secara alamiah seperti masyarakat menfungsikan diri mereka sendiri saat tetangganya meninggal dunia. Tanpa dikomando, proses pelaksanaan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Berbeda dengan panitia hajat pernikahan lanjutnya, harus disusun kepanitiaannya, diberi komando dan dibentuk secara formal. Setiap elemen cenderung hanya fokus kepada tupoksinya masing-masing. “Warga NU mampu memposisikan diri tanpa terpaku kepada sistem dan alur organisasi secara kaku. Maka warga NU itu tidak kaku, fleksible, berfikir dan bersikap moderat,” ungkapnya.

Paham moderat yang dipegang warga NU inilah yang kemudian membuat kondisi masyarakat di Indonesia damai walaupun hidup di tengah-tengah perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama. Berbagai persoalan, propaganda dan konflik yang terjadi mampu diselesaikan dengan baik.

“NU merupakan bentuk penjagaan Allah kepada Al-Qur’an dan kandungannya dalam kehidupan nyata. Kehadiran NU mampu mewujudkan Rahmatan lil Alamin di bumi Nusantara,” tambah Gus Huda. (aw/NU Online).

DISKUSI: