Ketika Najwa Shihab Mulai Kebanjiran Hujatan

0
208
    Potret Najwa Shihab. Sumber foto: idntimes.com

LiputanIslam.com—Akhir-akhir ini, dua acara yang dipandu oleh Najwa Shihab mulai menerima banyak cercaan dari publik. Cercaan itu banyak sekali kita lihat dalam berbagai komentar netizen baik untuk program Mata Najwa maupun Narasi.id. Mereka menuduh Najwa Shihab dengan tuduhan yang bukan-bukan, seperti Najwa hanya mencari sensasi untuk kepentingan rating semata.

Memang, dalam setiap program yang ditayangkan untuk publik selalu saja ada pro dan kontra, tak terkecuali program-program Najwa Shihab. Apalagi Najwa juga dikenal sebagai jurnalis yang sangat kritis terhadap berbagai hal yang terjadi di negeri ini, terlebih pada kasus penyiraman air keras terhadan Novel Baswedan (NB).

Penelusuran Najwa dan konsistensinya dalam mengusut kasus ini bisa dibilang nomor satu dan tak dapat disaingi oleh media manapaun. Tapi para penghujat Najwa kali ini sudah tidak biasa lagi. Hampir mayoritas komentator acara-acaranya seputar kasus NB mengecam siaran itu, atau paling tidak, menunjukkan ekspresi ketidaksukaan. Pertanda apa ini? Apakah Najwa telah kehilangan kepercayaan dari pemirsanya atau memang kasus ini terlalu berbahaya untuk dibicarakan, sehingga siapa pun yang berani menyuarakannya akan terlibat masalah, seperti yang terjadi pada komedian Bintang Emon waktu itu?

Membongkar Identitas Para Penghujat Najwa Shihab

Ketika Najwa Shihab berani angkat suara tentang kasus NB, itu artinya dia harus berhadapan dengan pelaku penyiraman air keras terhadap NB. Pelaku yang penulis maksud di sini, bukanlah dua orang polisi yang telah ditetapkan sebagai terdakwa oleh aparat kepolisian, tapi orang besar (bisa jadi jenderal) yang dicurigai oleh NB sebagai dalang dibalik kejadian.

Orang besar ini sudah jelas memiliki para “pembunuh bayaran” yang siap membunuh karakter siapa pun yang berani menyuarakan kasus ini. Tentu saja, pembunuhan karakter ini terjadi di medsos, sebab ini lah tindakan yang paling mudah dilakukan dengan resiko kecil tapi berdampak besar. Para “pembunuh” yang dulunya menyerang komedian Emon, mulai beralih menyerang Najwa. Mereka ingin menghancurkan kredibilitas Najwa dihadapan para pemirsanya dan membangun kesan seolah-olah Najwa tidak seideal yang dibayangkan. Faktanya mereka berhasil menghasut para pemirsa program Mata Najwa dan Narasi.id, hingga sebagian besar ikut menghujat Najwa.

Najwa Shihab sepertinya sangat sadar dengan perilaku para penghujatnya. Tentu saja ia sadar dengan perilaku para buzzer yang siap menjatuhkan integritasnya dihadapan publik. Karena itu, Najwa tetap teguh pada pendirian untuk terus menguliti kasus NB sampai ke akar-akarnya dan memberitakannya kepada publik.

Andai di Indonesia Ada 10 Najwa Shihab

Kegigihan Najwa mengusut isu penyiraman NB meski harus menanggung resiko besar membuktikan betapa kuatnya prinsip yang diyakininya. Orang-orang seperti Najwa Shihab itu tak akan peduli dengan ancaman yang berbahaya, asal keadilan tetap bisa berdiri tegak.

Tak banyak orang seperti Najwa dewasa ini. Ia adalah sosok jurnalis yang bisa diandalkan, di saat bangsa ini dipenuhi oleh para jurnalis dan media palsu yang bergerak demi kepentingan politisi dan pengusaha busuk.

Kehadiran Najwa Shihab, dengan dua program andalannya (Mata Najwa dan Narasi.id) paling tidak bisa menjadi pelita bagi masa depan bangsa Indonesia sekaligus ancaman bagi para koruptor dan orang-orang jahat yang berusaha merenggut aset-aset bangsa untuk kepentingan pribadi. Kita bisa bayangkan jika ada 10 jurnalis yang memiliki integritas sekuat Najwa, mungkin ketidakadilan hukum yang menimpa NB tak akan pernah terjadi, sebab suara-suara keadilan akan lebih cepat didengar oleh rakyat Indonesia yang jumlahnya ratusan juta jiwa. (HA/LiputanIslam.com)

DISKUSI: