Jolen Bobok Bumbung, Tradisi Unik Bayar Pajak

0
71

Sumber: inilahonline.com

Cilacap, LiputanIslam.com– Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengaku kagum dengan tradisi kirab Jolen Bobok Bumbung, sebuah tradisi unik bayar pajak serentak satu kampung di Kabupaten Cilacap. Menurutnya, tradisi ini merupakan tradisi yang langka. Perpaduan antara kesadaran dan kebudayaan.

“Tradisi ini tidak ada di mana pun. Hanya di Cilacap. Ada kesadaran membayar pajak dengan tertawa, senang. Pemimpinnya suka dengan rakyat, rakyat juga mencintai pemimpinnya. Kalau biasanya hanya membayar ke kantor, ini ditambah dengan upacara, bareng-bareng sedesa,” ucapnya di Cilacap, Jawa Tengah, seperti dilansir viva.co.id, pada Selasa (5/3).

Dalam kirab budaya Jolen Bobok Bumbung ini, seluruh warga menampilkan kreasinya untuk mengiring Jolen, yakni miniatur rumah, tempat ribuan bumbung atau potongan bambu yang telah diisi uang pembayaran pajak bumi dan bangunan.

Dalam praktiknya, warga diberi tahu beberapa bulan sebelum Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Bumi dan Bangunan (SPT PBB) diserahkan. Alhasil warga langsung menabung di selongsong bambu (bobok bumbung) dan ketika SPT diberikan, warga siap membayar. Uniknya lagi, pembayaran dilakukan dengan prosesi kirab keliling kampung menuju balai desa setempat.

Sementara Kepala Desa Pesanggrahan Kabupaten Cilacap, Sarjo mengatakan bahwa pembayaran pajak seperti itu merupakan tradisi warisan leluhur. Warga Pesanggrahan pun tidak merasa keberatan membayar pajak. Mereka kompak membayar pajak pada hari yang sama, yakni usai SPT diserahkan.

“Tahun kemarin penerimaan PBB hanya Rp40 juta. Tahun ini malah meningkat sekitar 80 persen menjadi Rp70 juta dari 2.056 wajib pajak. Ini tradisi patokannya orang Cilacap dalam membayar pajak, ” ungkapnya. (aw/viva).

 

DISKUSI: