Hendra/Ahsan Kembali Raih Juara All England

0
75

Sumber: Tribunnews.com

Birmingham, LiputanIslam.com– Pasangan ganda senior bulutangkis Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kembali berhasil meraih juara pada ajang bergengsi All England Open 2019 yang berlangsung di Birmingham, Inggris, pada Minggu (10/3). Pada partai final mereka berhasil mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor rubber game 11-21, 21-14, 21-12.

Ahsan mengaku bahwa dirinya dan Hendra tak patah semangat meski kalah di gim pertama. Keduanya berusaha terus memberi perlawanan hingga akhirnya malah mampu membalikkan keadaan. “Ketika kehilangan gim pertama, kami tidak mau menyerah, walau kalah jauh, tetap berusaha, menerapkan strategi kami. Kalaupun kalah, kami harus beri perlawanan, harus bisa semaksimal mungkin, dan alhamudlillah kami bisa melewatinya,” ucapnya.

Hendra juga menuturkan kunci keberhasilan menjadi juara All England di nomor ganda putra. Kerja keras dan pantang menyerah menjadi faktor utama. Walaupun mengalami cidera betis, Hendra tetap berjuang meraih kemenangan. “All England adalah turnamen yang bergengsi, kami senang bisa juara lagi di sini. motivasinya harus tinggi, partai final dan All England, tidak mau kalah begitu saja,” ungkapnya.

Sementara pelatih kepala, Herry Iman Pierngadi mengatakan bahwa Hendra/Ahsan memang memiliki mental juara. “Mereka punya mental juara, walaupun kondisinya nggak prima dan ketinggalan pada pertama, memang mental juaranya kelihatan. Pemain Malaysia ‘goyang’ banget, terutama pada gim ketiga,” ujarnya.

“Pada gim kedua, lawan masih (memberi perlawanan). Lalu saat mau tersusul, Ahsan/Hendra sempat ‘goyang’, saya bilang, terus dulu, masih bisa. Saat Ahsan/Hendra terus unggul, lawannya ‘goyang’,” ucapnya.

Herry mengakui bahwa sebelum pertandingan dia merasa peluang kemenangan Ahsan/Hendra 50-50 karena kondisi cedera Hendra.”Saya tidak tahu apakah dia bisa main atau tidak. Kemarin dia bilang, jalan saja pincang. Saat kalah pada gim pertama, kondisi cedera Hendra tidak terlalu parah. Pada gim kedua, dia sudah mencoba bergerak, tampak dari wajah Hendra yang sangat ingin mencoba melawan cedera,” tambah Herry.

Dengan keberhasilan ini, Hendra/Ahsan mencatatkan diri dua kali meraih juara All England. Sebelumnya mereka menjadi juara pada 2014 lalu. (aw/detik/bolasport).

 

 

 

DISKUSI: